CARS 3 4.2/5 Stars
“Penutup Trilogi Anti Mainstream”

Pasca Cars 2 yang sempat dinilai produksi Disney-Pixar yang berkualitas rendah, masih perlukah kisah Lighting McQueen (Owen Wilson) dilanjutkan? Keraguan publik dan catatan kritikus menjadi PR besar. Brian Fee yang kebagian tugas sebagai sutradara (sekaligus salah satu tim penggagas cerita) mengemban tugas tak ringan.

Kepercayaan diri Disney-Pixar untuk melanjutkan Cars menjadi trilogi bermuara pada konflik utama: bagaimana McQueen harus bersikap di era kejayaannya yang mulai menurun? Fokus pada plot dijabarkan para penulis skenario dengan cermat di berbagai tahapan dan memuncak di adegan balapan pamungkas.

McQueen kini punya rival baru, Jackson Storm (Armie Hammer). Storm bukanlah mobil balapan biasa. Ia didesain bergaya milenial, dilatih di lintasan virtual, diatur presisi kecepatan dengan bahan bakar seefisien mungkin. Teknik model latihan kekinian yang tak pernah dialami McQueen.

Jika dilihat dari ahli statistik, Natalie Certain (Kerry Washington), hasilnya sungguh menakjubkan. Peluang Storm memenangkan pertandingan kian mendekati puncak, sementara kesempatan Queen makin tipis. Bagaimana strategi Queen menjadi jawara setelah tragedi memilukan di balapan sebelumnya?

Queen tak sendiri. Ia ditopang oleh sponsor (sekaligus penggemarnya), Sterling (Nathan Fillion) plus pelatih barunya Cruz (Cristela Alonzo). Gaya latihan Cruz yang tak biasa sempat menciptakan konflik dengan McQueen. McQueen pun mendapat bala bantuan dari pelatih Doc Hudson, Stokes (Chris Cooper).

Film berdurasi 102 menit ini menceritakan perjuangan jatuh bangun McQueen dengan menyenangkan, penuh keseruan dan animasi menarik. Nyaris tidak ada tokoh yang tak berperan penting. Bahkan Mater (Larry the Cable Guy) & Sally (Bonnie Hunt) berfungsi baik sebagai tokoh pendukung McQueen. Sangat berbanding terbalik dengan Cars 2 yang dipenuhi subplot tumpang tindih dan membingungkan serta karakter bertumpuk.

Yang membuat film ini lebih memuaskan adalah penyelesaian konflik anti mainstream pada babak ketiga. Tak diduga sekaligus memberi penutup yang melegakan bagi para tokohnya. Jika solusi yang ditawarkan mainstream tentunya McQueen dipastikan akan mengalahkan Storm. Namun tentu saja pergerakan plot berubah menjadi berbeda di adegan klimaks.

Film ini menjadi penutup trilogi yang pantas bagi keseluruhan serpak terjang McQueen. Hangat dan menorehkan senyum penonton seusai lampu bioskop dinyalakan. Kini saatnya Disney-Pixar fokus melanjutkan animasi lainnya yang masih berpotensi layak dibuatkan sekuelnya seperti The Incredibles 2 dan Toy Story 4.

Text by Pikukuh
Photo by pixar.wikia[dot]com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *