FILOSOFI KOPI 2: BEN & JODI 3.7/5 Stars
“Berceloteh Filosofis Rasa & Nyawa”

Bermula dari film pertama yang dilanjutkan dengan pembukaan kedai kopi perdana di Melawai, membuat Filosofi Kopi (Filkop) menjadi suatu brand tersendiri. Jualan kopi khas Indonesia plus filosofi rasa yang terkandung dalam setiap proses pembuatan kopi menjadi hal baru dalam dunia anak muda di Indonesia.

Langkah awal Visinema Pictures berlanjut di film kedua. Awalnya diadakan kontes untuk merancang struktur kisah yang akan digambarkan di film lanjutannya. Alhasil, terpilihlah dua pemenang yang plotnya diselaraskan. Jelas ada hubungannya dengan ditampilkannya 2 tokoh wanita baru: Tarra (Luna Maya) dan Brie (Nadine Alexander).

Melanjutkan film pendahulunya, mobil kombi Filkop berkeliling nusantara. Kendala mulai muncul ketika satu per satu barista mengundurkan diri. Ben (Chicco Jerikho) dan Jodi (Rio Dewanto) pun kelimpungan. Mereka memutuskan kembali ke Jakarta untuk membangun kembali Filkop.

Impian mereka tak berjalan mudah. Dibutuhkan investor yang bersedia mengucurkan dana milyaran rupiah untuk merebut tempat lama Filkop. Lalu hadirlah Tarra, investor sang penyelamat yang menjadi jawaban mimpi Ben dan Jodi. Ternyata sosok Tarra menyimpan rahasia tersendiri.

Subplot berikutnya ialah kehadiran Brie sebagai barista rekrutan gres yang awalnya tak digemari Ben. Berbanding terbalik dengan Ben yang impulsif, karakter (sekaligus cara kerja) Brie yang sistematis, juga terukur membuat Ben tak nyaman. Konflik di antara mereka menjadi pemicu tambahan yang mudah ditebak akan mengarah kemana.

Sosok Tarra dan Brie mampu memberi warna dengan fungsinya masing-masing. Namun sebenarnya kendali utama tetap berada di tangan kedua aktor utama. Dengan sub judul Ben & Jodi, jelas tema persahabatan yang hendak diperkuat oleh duet (sutradara) Angga Dwimas Sasongko dan Jenny Jusuf sebagai penulis skenario.

Konflik Ben dan Jodi yang meruncing menjadi menu wajib saat isu persahabatan diusung. Bahkan kedua pemeran utama pria yang sekaligus menjabat sebagai produser juga kebagian mengisi lagu tema dengan mendaurulang ‘Sahabat Sejati’ (Sheila on 7).

Karakter Ben kian menyebalkan sekaligus di sisi lain dapat mengundang empati. Sementara Jodi mampu menjadi penyeimbang yang setara. Dengan modal di film pertama ditambah dengan kedekatan bertahun-tahun para pemeran aslinya membuat chemistry Ben dan Jodi makin luwes.

Dari departemen sinematografi mengalami peningkatan, sekaligus menunjang mood film. Pergerakan gambar yang kece plus perubahan alur mengalir menjadi poin plus bagi film berdurasi 108 menit ini.

Meski di beberapa plot adegan masih menyisakan lubang, keseluruhan film ini dieksekusi lebih matang dibanding seri pertamanya. Sayangnya masih belum ada adegan greget yang mampu bersemayam lama di benak penonton. Yang layak diingat jelas sebaris dialog Ben pada Tarra menjelang ending film perihal rasa dan nyawa.

Filkop 2 mencoba memperbaiki PR yang ada sejak film sebelumnya. Solusi yang ditemui para tokohnya pun berujung filosofis. Hasil akhir sekuel ini menjadi sebuah karya yang cukup pantas, namun belum sampai ke tahap mengesankan.

Text by Pikukuh
Photo by nontoners[dot]com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *