virxha kita yang beda

Setelah sukses sama cover ‘Aku Lelakimu’ lagu milik Anang Hermansyah, Virzha kembali rilis single terbaru ‘Kita yang Beda’ akhir tahun lalu. Dari judulnya, agak baper sepertinya ya?

Dengerin interview langsung bareng Virzha yuk?

Nyanyiin sedikit lagu barunya dong?

(Virzha menyanyikan ‘Kita yang Beda’)

Halo Virzha gimana kabarnya?

Baik, alhamdulillah penuh dengan semangat hari ini.

‘Kita yang Beda’ ciptaan siapa sih?

Ciptaan Indra Sinaga, kebetulan banget Aku ketemu Indra Sinaga waktu event, kita ngobrol bareng dan kebetulan juga aku pengen ada 1 tema lagu yang bercerita tentang beda keyakinan tapi pacaran. Aku nggak punya lagu seperti itu, dan Indra Sinaga punya. Album Virzha butuh 1 lagu seperti itu, dan bisa jadi single ketiga sekarang.

Ada musisi lain yang bantu bikin lagu ini?

Ada, Rizki Ares, Music Director sekaligus Vocal Director. Juga Indra Sinaga, arranger dari label.

‘Kita yang Beda’ itu ceritanya tentang apa sih?

Perbedaan keyakinan, tapi mereka menjalin hubungan cinta, jadi nggak bisa disatukan. ‘Kita yang Beda’ ini lebih menceritakan momen saat senangnya dan susahnya mereka. Yang diceritain lebih mengangkat kisahnya.

Dengar lagu ini bisa baper, Virzha pernah punya pengalaman pribadi seperti ini?

Jujur, pernah! Kenapa ‘Kita yang Beda’ masuk di album ‘Satu’ (album pertama Virzha, red), karena Aku pernah ada di kisah itu. Jadi pengen berbagi aja sama teman-teman, karena ada yang pernah ngrasain, ada yang belum pernah. Aku tahu banget saat ada di kisah itu, susah mengungkapkan. Mau cerita ke teman, tapi teman sudah tahu kalau beda susah untuk disatukan. Mau cerita ke pasangan, sudah sama-sama tahu. Akhirnya yaaah dijalanin aja, yang penting happy, karena susah untuk mencurahkannya. So, kalian bisa mencurahkan lewat lagu ‘Kita yang Beda’.

Apa cerita paling lucu atau paling menyenangkan waktu proses bikin lagu ini?

Begadang banget, karena pengerjaan ‘Kita yang Beda’ ini sekaligus mengerjakan lagu-lagu lain di album ‘Satu’. Lumayan sedikit memakan waktu, karena aransemennya harus pas banget, harus blend banget sama liriknya yang bisa dibilang sedih, mendayu-dayu. Aku pengen musiknya pas banget sama liriknya, jadi Aku memilih ada instrumen piano.

Kalau cerita paling nggak menyenangkan?

Mungkin lamanya proses bikin lagu ini. Aku selalu revisi ke Music Director sampai beberapa bulan.

Gimana cara untuk dapetin lagu Virzha?

Boleh ke twitter dan instagram [at]didevirzha, yang paling lengkap di website www.virzharocks.com

Ada rencana recycle lagu lagi?

Ada. Sekarang Aku lagi menyiapkan materi album kedua, mudah-mudahan ada lagu yang tidak “disangka-sangka” itu ya?

Mau pakai lagu generasi Mas Anang atau generasi yang lebih muda lagi? Ada bocoran?

Bisa dibilang generasi Mas Anang, atau di belakangnya lagi nih, lebih jauh lagi, generasi yang lebih lawas lagi.

Photo by [at]didevirzha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *