hira

hira2FYI, tulisan ini dibuat malam Minggu menjelang dini hari ketika mata penulis belum bisa merem. Maklum, penulis adalah fans berat bang Rhoma, yang bilang begadang boleh asal ada artinya.

Back to the topic! Alasan kedua, nggak sedikit teman-teman yang bertanya tentang cara pembuatan visa. Bagi warga negara Indonesia, berpergian ke luar negeri tidak cukup punya passport saja. Karena sebagian negara mengharuskan orang luar untuk memiliki visa. Memang sih, beberapa negara bisa menerima visa on arrival. Tapi ada juga visa yang perlu kita persiapkan sebelum berangkat.

Tips paling penting ketika membuat visa:

  1. First, kamu harus memilih: memakai jasa agen perjalanan atau mengurus sendiri? Terkadang beberapa orang nggak mau ribet, so lebih memilih menggunakan jasa agen perjalanan. Tapi jujur saja, penulis lebih memilih mengurus sendiri. Kenapa? Jelas karena biayanya pasti lebih murah.
  2. Mencari tahu persyaratan khusus untuk dokumen yang perlu disiapkan. Jangan sampai kita bolak-balik ke tempat pengurusan visa hanya karena dokumen nggak lengkap, seperti dokumen pribadi yang harus ditulis dalam bahasa Inggris.
  3. Itenarary perjalanan: penting, karena durasi waktu pemberian visa (biasanya) tergantung dengan lama perjalanan kamu.
  4. Kalau pengen ke Eropa, print out buku tabungan atau rekening koran selama 3 bulan terakhir menjadi syarat mutlak. Karena beberapa negara pengen memastikan kalau kamu ada pemasukan. Bahkan ada negara tertentu yang mewajibkan calon turis memiliki dana minimal 50 juta rupiah. Sebenernya bisa sih kurang dari 50 juta, tapi dengan amount minimal 50 juta bisa memastikan kalau kamu punya uang cukup selama berpergian di sana.
  5. Insurance perjalanan, untuk mengantisipasi kalau (seandainya) kamu sakit selama perjalanan.
  6. Guarantee letter perusahaan, surat pendukung supaya visa disetujui. Surat ini bisa menjamin kalau kamu akan kembali ke Indonesia dan tidak mencari kerja selama di sana.
  7. Pastikan kamu memiliki waktu yang tepat untuk mengurus visa. Karena proses pengurusan visa tiap-tiap negara berbeda. Bisa 2 sampai 14 hari kerja. Jika terlalu mepet dari tanggal keberangkatan, ditakutkan kamu harus mengubah schedule tiket pesawatnya dan tentu saja rugi besar.

Photo and Text by Hiralalitya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *