13-hours-the-secret-soldiers-of-benghazi

 

 

 

 

 

 

 

 

13 HOURS SECRET SOLDIERS OF BENGHAZI 2.9/5 STARS
“Balada Heroik Amerika (lagi) karya Michael Bay”

Michael Bay, sutradara asal Amerika penghasil karya blockbuster (dwilogi Bad Boys, seri Transformers) ini kembali mengangkat kisah nyata setelah sebelumnya menggarap (semi) non fiksi Pearl Harbor dan Pain & Gain. Seperti sedang membaca menu restoran terkenal, kamu sebagai penonton sudah akan tahu apa saja yang tersaji di layar begitu tahu Michael Bay sebagai sutradaranya. Formulanya jelas masih terasa betul, signature dan roh Bay ada di sepanjang film. Adegan aksi bercampur ledakan dan serangan militer mendominasi separuh durasi film terakhir.

Durasi film Bay yang jarang pendek juga terjadi di sini. 144 menit terasa melelahkan dan berpanjang-panjang ria untuk dapat menjaga ritme dan konsistensi cerita. Yang lebih memperparah adalah absennya keterikatan emosi penonton dengan para karakter, bahkan tokoh utamanya. Empati bahkan simpati pun tak hadir di sepanjang durasi film yang lebih dari rata-rata. Jangankan perkembangan karakter, para tokoh hanya dikisahkan dua dimensi, tampil sambil lalu lalang, juga latar belakang keluarga dikisahkan sekilas hanya sebatas ala kadarnya. Para tokoh seakan dihadirkan hanya untuk memenuhi kebutuhan cerita yang berujung pada pertempuran heroik Amerika ala Bay.

Ciri khas lain dari Bay adalah adegan (sok) dramatis yang melibatkan bendera Amerika Serikat yang berkibar-kibar. Kali ini adegan tersebut berupa aksi anarkis para penduduk pemberontak hingga bendera terbakar dan tergolek di atas kolam renang kediaman kedubes Amerika Serikat untuk Libya.

Kisahnya sendiri mengangkat insiden penyerangan‎ yang melibatkan Kedubes Amerika Serikat serta markas bayangan CIA di Libya. Para tentara yang bertugas pun tampil ambil bagian menyelamatkan warga dan mempertaruhkan nyawanya. Kekacauan kian menjadi ketika keberadaan mereka di Libya sebenarnya ilegal karena tidak adanya izin resmi. Kini mereka berjuang hingga titik darah penghabisan menyelamatkan diri sekaligus bertahan hidup.

Bercerita ada 6 prajurit yang tampil heroik dalam film ini, namun jujur, penonton tidak diberikan kesempatan yang memadai untuk mengenal lebih akrab dengan mereka. Durasi 144 menit, sekali lagi, terbuang tidak efektif dalam sisi pengembangan cerita ataupun ‎motif pelaku. Para aktor yang rata-rata belum dikenal juga menjadi faktor tambahan yang membuat penonton tidak peduli terhadap keberadaan mereka.

Dari sisi teknis visual, jelas film yang masuk ke dalam kategori R (Restricted) ini menegangkan sekaligus menjual keseruan. ‎Namun jika hanya berakhir di level itu saja, Bay masih memiliki pekerjaan rumah yang tidak sedikit ntuk diselesaikan jika ingin naik kelas sebagai sutradara berkarya gemilang.

Text by @pikukuh22
Photo breathecast[dot]com

Tinggalkan Balasan