the-accountantTHE ACCOUNTANT 3.7/5 Stars
“Sisi Lain Sosok Autis Berbakat”

Banyak film yang mengangkat cerita (fiksi ataupun non fiksi) penyandang kelainan atau penyakit yang menyerang saraf atau perilaku. Tom Hanks, Russel Crowe, dan Julianne Moore telah membuktikan kecemerlangan aktingnya lewat trofi Oscar di film Forrest Gump, A Beautiful Mind, dan Just Alice.‎ Pemenang Oscar lewat Argo, Ben Affleck mencoba peruntungannya lewat film drama-thriller-aksi The Accountant. Meski performanya belum berkilau, namun film berdurasi 128 menit ini masih perlu disimak.

Sedari kecil perilaku autis Christian Wolff (Ben Affleck) telah diketahui keluarganya. Sang ayah mendidik keras secara fisik dan mental, agar kelak anaknya tidak dimanfaatkan orang lain yang menganggap lemah. Jadilah Christian sebagai sosok tangguh yang membuka biro akuntan di pinggiran Chicago.

Biro itu hanyalah menjadi kedok. Penghasilan utamanya berasal dari keahliannya menembak, bela diri diimbangi dengan kemampuannya untuk fokus dalam hal matematika, terutama keuangan. Ia dipercaya oleh para sindikat bahkan kartel dunia untuk melakukan audit atas keuangan mereka. Christian tidak segan-segan beraksi fisik atas nama klien yang menyewanya.

Pekerjaan berbahaya yang Christian sembunyikan, lambat laun diendus oleh Ray King (J.K. Simmons), petinggi Departemen Keuangan. Ia menugaskan khusus Marybeth Medina (Cynthia‎ Addai-Robinson) untuk mengungkap identitas sang akuntan atau ancaman penjara sudah menunggu Marybeth.

Klien terbaru Christian ialah perusahan konsumer di bidang robotik pimpinan Lamar Black (John Lithgow). Ia diminta meneliti keuangan perusahaan selama satu dekade terakhir. Dengan bantuan data dari Dana Cummings (Anna Kendrick), Christian menemukan kebocoran arus kas keluar. Ironisnya hasil temuannya justru membuat nyawanya dan Dana berada di ujung tanduk.

Paduan genre drama-thriller-aksi tidak selamanya mulus di film berbandrol US$ 44‎ juta ini. Di bawah komando sutradara Gavin O’Connor, bagian aksi cukup seru meski hanya ada di beberapa adegan saja. Lini drama perlu banyak peningkatan, karena penonton belum terhubung empati dengan karakter utama.

Penampilan Affleck memerankan karakter Christian, sosok autis dewasa yang memiliki banyak bakat luar biasa, ditampilkan dengan porsi pas. Minim ekspresi, cenderung dingin namun pemalu. Chemistry-nya dengan karakter Dana Cummings (untungnya) tidak jatuh ke dalam roman picisan yang klise.

Editing yang cepat dan dialog yang rapat membutuhkan fokus penonton. Tapi (sesungguhnya) film ini bisa lebih diringkas lagi jadi lebih padat tanpa harus terlihat lama di beberapa bagian. Namun sayang, keberadaan J.K. Simmons tidak dioptimalkan dengan baik. Kemunculan tokohnya hanya sebagai pelengkap minim kontribusi.‎ Untungnya The Accountant masih agak terselamatkan berkat puntiran kisah yang baru dibuka di tengah babak ketiga.

Film yang menjadi nomor satu di pekan perdana pemutarannya di Amerika Serikat ini mengupas sosok penderita autisme dengan cara yang anti mainstream. Bukan dengan belas kasihan dan air mata, tapi penderita mampu bangkit, melawan dan menentukan lembar kisah hidupnya sendiri. Film yang tak biasa, tapi (sesungguhnya) masih menyimpan potensi yang lebih luar biasa lagi.

Text by Pikukuh
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan