americanUltraAMERICAN ULTRA 2.6/5 STARS

“Balada Agen CIA Nyeleneh”

Film ini berpusat pada seorang remaja pria bernama Mike (Jesse Eisenberg) yang hidup di sebuah kota kecil di Amerika. Walaupun telah memiliki kekasih setia, Phoebe (Kristen Stewart), hidup Mike tetap menjadi seorang pecundang. Bekerja sebagai penjaga convenience store, Mike memiliki masalah utama: hobi narkoba yang kian membuatnya serba salah, terutama dalam hubungannya dengan Phoebe. Puncak masalah ketika Mike yang bermaksud mengajak kekasihnya berlibur ke Hawai, mendadak batal karena ulah Mike yang sedang “kumat” di toilet bandara.

Di suatu malam beberapa pria mendatangi Mike di tempat kerjanya. Mereka bermaksud menghabisi Mike. Tanpa sadar, Mike tiba-tiba memiliki keahlian bela diri dan justru membunuh mereka hanya dengan bermodal sendok! Kemampuan rahasia Mike ini membingungkan dirinya, karena (seperti yang mudah ditebak) rentetan pembunuh bayaran bergantian ingin melenyapkannya.

Kemampuan Mike ternyata berawal dari program CIA, “Ultra” yang digagas Victoria (Connie Britton). Program tersebut memungkinkan para penjahat kelas teri diberikan ampunan dengan menjadikan mereka sebagai senjata maut yang siap untuk diaktifkan. Victoria pulalah yang mengaktifkan Mike melalui alam bawah sadarnya. Victoria mendapatkan seteru sesama pimpinan CIA, Adrian Yates (Topher Grace) yang tidak hanya tidak setuju terhadap Wingman, namun juga memiliki misi sendiri. Nyaris serupa dengan “Ultra”, Adrian memiliki program tandingan, tetapi yang direkrut adalah pesakitan jiwa yang diperintahkan untuk membunuh Mike.

Kesalahan terbesar film ini berawal dari pemilihan genre yang serba tanggung, tidak fokus, dengan ditopang oleh skenario yang kopong.  Film ini mencoba tampil ala gado-gado, namun serakah menggabungkan berbagai genre termasuk drama romance, dengan penekanan pada sisi komedik dan action-nya. Action berakting dewasa karena tampilan berdarahnya tidak terlalu seru. Unsur komedinya pun hanya bergantung pada talenta akting Jesse Eisenberg saja. Pria yang pernah mendapatkan nominasi Oscar lewat The Social Network ini memang tampil nyeleneh, cukup total sebagai pemuda pecundang yang hobi nge-ganja.

Totalitas Eisenberg, sayangnya tidak diimbangi dengan Kristen Stewart yang kemampuan aktingnya sama payahnya saat bergalau ria memilih antara vampir atau werewolf di seri Twilight. Sementara itu Topher Grace yang diposisikan sebagai pimpinan CIA bersosok antagonis, justru tampil tanpa greget, komikal dan apapun yang diucapkannya terdengar konyol. Kemunculan pimpinan senior CIA (Bill Pullman) menjelang ending seakan mengada-ada dan tampil hanya untuk percepatan penyelesaian masalah.

Dialog-dialog yang dilontarkan para tokohnya pun terdengar bodoh bahkan tumpul. Nima Nourizadeh, sang sutradara yang karya pertamanya Project X cukup lumayan, tampak kewalahan dalam film keduanya ini. Hampir semua unsur berantakan kecuali sekali lagi, Eisenberg yang tampil prima. Nourizadeh masih perlu banyak belajar dalam mengarahkan film aksi komedi yang walaupun ringan, tapi tetap asyik untuk ditonton dan layak dikenang. Film ini sangat mudah dilupakan begitu credit title muncul di layar.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan