antman

“Ant-Man” 3.9/5 STARS

“Formula Standar Marvel Studios dengan Eksekusi Menyegarkan”

Perkenalkan Scott Lang (Paul Rudd), pecundang terkini yang hobi maling (bukan pencuri, di mana terdapat perbedaan makna filosofis di antara kedua istilah tersebut-versi Scott), mantan narapidana, bercerai dan terpisah jarak dengan putri semata wayangnya yang sangat ia sayangi. Nasib Scott pun sudah jatuh tertimpa tangga. Tidak ada lagi yang mau menerimanya bekerja kembali, bahkan sebagai petugas di toko es krim (strategi sponsorship yang jitu). Opsi pencurian berikutnya yang ditawarkan rekannya, Luis (Michael Pena), menggiurkan sekaligus menggoda imannya untuk kembali berbuat kriminal.

Singkat cerita, rumah target pencurian yang disatroni Scott ternyata kepunyaan Dr Hank Pym (Michael Douglas, dengan peran simpatiknya). Isi brankas yang digasak adalah semacam setelan pengendara sepeda motor yang juga berfungsi sebagai kostum Ant-Man. Sang pemakai bisa menyusut seukuran semut, memiliki kekuatan super laksana semut serta dapat memberi komando pasukan semut dari berbagai jenis spesies. Kesempatan ke2 untuk berbuat baik dalam hidup Scott sayangnya mendapat tantangan dari Hope (Evangeline Lily), putri Hank. Isu personal ayah-anak Hank-Hope dan Scott serta anak perempuannya menjadi sajian drama yang cukup memberi nyawa.

Kredit khusus patut diberikan kepada Paul Rudd yang tampil menyegarkan. Awalnya kami menyangsikan keberhasilannya memerankan karakter ikonik Marvel yang paling gres (yang diangkat ke layar lebar) ini. Dengan resume menjajal peran-peran pendukung film atau seri komedi (dalam serial “Friends” misalnya) dan tanpa daftar film mengesankan yang pernah ia intangi, banyak pihak meragukan Rudd. Namun Rudd telah memanfaatkan kesempatan yang diterima dengan baik untuk bersinar: menjadi superhero/daddy yang berkesan.

Kesempatan langka yang jelas tidak semua aktor senior dapatkan. Dalam usia 46 tahun yang jelas tidak lagi muda, Rudd tetap dapat menggali sisi komedik yang sudah menjadi zona nyamannya, sekaligus menjajal genre action dan drama yang belum dikuasainya. Pertaruhan yang terbilang cukup mulus dieksekusi. Porsi komedi pun dibawakan oleh rekan-rekan Scott dengan takaran yang menghibur.

Seluruh cast lainnya menjalankan peran sesuai dengan porsinya. Karakter anatagonis dipercayakan kepada Corey Stoll yang berperan sebagai Darren Cross yang sayangnya masih tampil belum garang maksimal. Corey yang adalah murid didik Hank, memilih mengambil jalan berbeda dan menjadi villain, terutama dengan kostum teranyar yang dapat menyaingi Ant-Man. Pertarungan antar 2 manusia serangga pun menjadi aksi klimaks yang mudah ditebak.

Ant-Man sebenarnya bukanlah jenis superhero baru. Memang benar baru dibuatkan filmnya sendiri dan dirilis ke dalam media layar lebar. Tetapi Ant-Man telah bergabung di dalam Marvel cinematic universe sedari dulu, bahkan sebelum Captain America kembali dari proses “pembekuannya”. Ant-Man sudah dipastikan akan muncul di seri ke3 Captain America yang akan dirilis April 2016. Untuk menjadi jembatan maka dihubungkanlah karakter Ant-Man dengan Falcon di film ini.

Sang sutradara, Peyton Reed, yang selama ini banyak mengkomando genre di luar action, alias komedi (“The Break-Up”, “Yes Man”, “Bring It On”) menjalankan titah sesuai pesanan studio marvel. Formula standar Marvel tetap berlaku diterapkan di hampir semua lini. Memang belum sampai ke tahap film superhero yang mencengangkan, namun sebagai sebuah episode perkenalan, film ini menyampaikan pesannya dengan baik kepada audience.

Sungguh sebuah awal yang rapi dan mulus untuk karakter Ant-Man. Pastinya pertarungan di Marvel cinematic universe akan kian seru dengan hadirnya tokoh superhero yang dapat mengecil dan mematikan seperti Ant-Man, bersama tim Avengers lainnya.

FYI:

  • Pada trailer, Scott berkata kepada Hank “Is it too late to change the name (Ant-Man)?”. Namun sayangnya pada film, adegan tersebut dihilangkan.
  • Lazimnya film Marvel Studios terdapat 2 extra scenes, di tengah credit title dan setelah credit title benar-benar berakhir. Harap bersabar ya.
  • Paul Rudd mengaku menggemari serial “Lost” dan kini ia berkesempatan bekerjasama (bahkan mencium) salah 1 pemeran utamanya, Evangeline Lily!
  • Cameo khusus dari kreator Marvel, Stan Lee baru muncul di bagian menjelang adegan akhir film, di saat yang tidak terduga

 

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan