Namanya Ardhito Pramono. Musisi muda, berbakat yang dikenal sebagai seorang pemalu ini memilih Jazz sebagai gendre utamanya dalam berkarya. Mengawali karir sebagai musisi indie sekitar 7 tahun lalu, Ardhito sudah berhasil meng-composed lagunya sendiri ditahun 2014. Meng-comopsed sebuah lagu menjadi salah satu sarana bagi Ardhito untuk mencurahkan isi hatinya.

“Gue mengawali karir sebagai musisi indie, sekitar 7 tahun lalu. Memulai bernyanyi dan akhirnya berani buat bikin lagu di tahun 2014. Gue ingin menyampaikan perasaan hati gue yang tidak bisa tersampaikan. Dan gue pengen ngasih tau ke temen-temen, klo main musik tuh juga bisa sekalian curhat.”

Bergabung dengan Major label Sony Music di tahun 2017, membuat Ardhito semakin mantap menjalani karir bermusiknya di Industri musik Indonesia. Di awali dengan lagu “BILA” yang ditulis sendiri oleh Ardhito Pramono di pilih menjadi salah satu Original Sound Track untuk film “Susah Sinyal” besutan Ernest Prakasa pada tahun 2017 lalu.

Setelah sukses mencuri perhatian lewat lagu “BILA”, kini Ardhito Pramono merilis single perdananya yang diberi judul Fake Optics. “Fake Optics” terinspirasi dari sahabat yang juga menginspirasi saya untuk bermusik. Selalu disana untuk menjadi seorang kakak, 6 tahun dengan pertemanan yang sangat baik namun salah satu dari kami menghancurkan semuanya. Baru menyadari saya sudah di pergunakan. Mereka memberikan pemandangan palsu situasi pada saat itu. Mereka memberikan kami rumah, teman, harapan. Ini adalah perjalanan yang tidak bisa di lupakan. Walaupun “My life has been fooled” sesuatu yang bodoh itu diciptakan untuk menjadi pelajaran yang terbaik … dan orang orang yang telah memberikan kita pemandangan palsu, jangan membenci mereka. Mereka adalah guru yang terbaik untuk kita.

“Lagu ini bercerita tentang pertemanan yang harus dipertanyakan, antara itu teman atau bukan. Jadi fake itu palsu. Optics itu adalah pemandangan”, jelas Ardhito Pramono.

Hal tersulit dalam pembuatan lagu ini adalah bagaimana seorang Ardhito Pramono meyakinkan diri sendiri bahwa Ardhito adalah orang yang positif. Menyadari bahwa lagu ini mempunyai arti yang dalam mengenai situasi kebencian, kemarahan, kecemasan dan tidak ada harapan namun Ardhito harus melepaskan dan terus berjalan. Itu adalah hal tersulit dalam pembuatan lagu ini.

“You need to be Yourself”, ungkap Ardhito.

 Fake Optics hanya memakan waktu satu hari satu malam dalam proses pembuatannya. Dibantu oleh Ari Aru, membuat “Fake Optics” ini semakin easy listening dan soulful.

Tinggalkan Balasan