Kesuksesan seseorang tidak lepas dari kemampuannya untuk mempertemukan kesempatan dan kesiapan dalam satu momen yang bersamaan. Kesempatan yang sering datang secara tiba-tiba itu tidak akan berakhir sukses ketika seseorang tidak menghadapinya dengan penuh kesiapan, begitu juga sebaliknya.

Di zaman now, kesiapan diri tidak hanya terbatas pada menguasai skill suatu bidang pekerjaan. Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan penampilan. Bukan rahasia umum, sebagian besar orang menilai diri kita dari beberapa menit awal saat pertama berjumpa. Kesiapan diri seperti penampilan ini mustahil diperoleh secara instan. Gelar “good looking” bisa diperoleh jika kita melakukan persiapan secara berkala, seperti menjaga pola makan. Bukti tentang pentingnya menjaga pola makan tampak dari penemuan Shawn M. Talbott (ahli biokimia nutrisi): “75% turunnya berat badan dipengaruhi oleh pola makan, sedangkan 25% lainnya oleh olahraga” (dikutip dari Huffington Post).

Berikut beberapa kebiasaan makan yang tampak sederhana, tapi memiliki manfaat yang besar:

1. Menentukan mindset
Sebelum dan saat makan, kita perlu memasang mindset bahwa tujuan makan adalah membuat badan kuat, sehingga bisa beraktivitas dengan baik. Mindset ini membuat kita makan dan minum secukupnya, sehingga aktivitas berikutnya tidak terganggu. Karena perut yang terlalu penuh makanan akan mengganggu gerak tubuh.

2. Duduk di lantai dan tidak bersandar
Makan dengan posisi duduk di lantai dapat meningkatkan proses pencernaan dan menurunkan berat badan, seperti yang dikatakan Venkateshwara (penulis buku Yoga for Healing). Ketika makan di lantai, seseorang akan sedikit membungkuk ke depan untuk mengambil makanan dan kembali tegak saat menelan. Gerakan membungkuk dan kembali tegak yang berulang ini dapat mengaktifkan otot perut dan meningkatan sekresi asam lambung (zat yang berfungsi untuk memudahkan pencernaan makanan).

3. Makan dengan tangan
Dikutip dari penelitian Jurnal Appetite, makan dengan jari jemari tangan dapat menurunkan berat badan secara signifikan. Saraf tangan dapat merasakan berbagai hal, mulai bentuk, rasa, sampai seberapa banyak porsi yang dimakan dalam setiap suapan, sehingga tubuh lebih tanggap terhadap makanan yang dikonsumsi. Jangan lupa, sebelum makan diawali dengan mencuci tangan.

4. Perbanyak kunyahan
Dari penelitian American Heart Association’s Scientific Sessions tahun 2017, ditemukan bahwa seseorang yang makan lebih pelan cenderung tidak mengalami kegemukan. Penelitian lain dari Brian Wansink (Universitas Cornell), bahwa seseorang dengan berat badan ideal mengunyah minimal 15 kali dalam sekali suapan. Sebaliknya, seseorang dengan kelebihan berat badan hanya mengunyah 12 kali. Selisihnya sedikit, tapi membawa dampak yang besar terhadap berat badan.

5. Makan bersama
Penelitian Syracuse University menemukan bahwa rutinitas makan malam bersama dapat meningkatkan kesehatan anak-anak (dikutip parenting.com). Semakin dikuatkan dengan penemuan Valerie Steeves (profesor  Universitas Ottawa), bahwa hal penting yang perlu dilakukan keluarga adalah makan bersama terutama di waktu malam. Di era sekarang, makan malam bersama adalah hal langka, karena sebagian besar orang masih beraktivitas di luar rumah saat jam makan malam.

6. Memilih bahan konsumsi yang baik dan banyak manfaat
Yogurt salah satunya.

Hasil penelitian University of Tennesee mengungkapkan bahwa seseorang yang mengkonsumsi 3 porsi yogurt dalam sehari berpotensi kehilangan berat badan (terutama lemak di perut), dibandingkan dengan yang tidak. Yoforia, merupakan fresh yogurt yang tepat untuk kita konsumsi sehari-hari. Selain memiliki live probiotics, Yoforia diproduksi tanpa melalui proses pemanasan atau UHT setelah menjadi yogurt, sehingga bakteri dalam kemasan akan tetap hidup, jadi manfaat utama yogurt tetap terjaga.

Tentang rasa, Yoforia tidak terlalu asam, bahkan live probiotics khusus membuat rasanya lebih creamy. Saat dikonsumsi, lidah kita akan merasakan tekstur yang lembut, karena dietary fiber yang berasal dari buah jeruk alami. Sudah pasti cocok dikonsumsi untuk program diet.

Pilihan rasanya sangat variatif, mulai rasa terbaru Lychee Blast yang eksotis, Berry Smooth dengan sari buah strawberry asli, Soursop Bliss dengan citarasa buah sirsak asli, Blueberry Good, Coffee Cream, sampai Peach Delight yang kental dengan rasa buah persik.

Semua produk Yoforia yang dibuat di Indonesia ini memakai gula alami. Bahkan tidak hanya orang dewasa, anak-anak berusia di atas 6 bulan pun boleh mengkonsumsi Yoforia, tentu saja dengan porsi yang sesuai. Hal menarik lainnya, seseorang yang alergi susu atau lactose intolerant juga dapat mengkonsumsi Yoforia.

Jadi pengen kan? Kalau sudah tidak sabar, langsung saja ke toko terdekat, kemudian simpan stok Yoforia di lemari es! Seger!

Tinggalkan Balasan