blackMassBLACK MASS 4.4/5 STARS
“Johnny Depp Dalam Salah Satu Peran Terbaiknya”

Setelah berperan ikonik sebagai Jack Sparrow (seri The Pirates of The Caribbean) dan Mad Hat (Alice in Wonderland), Johnny Depp terjebak dalam peran yang dimaksudkan eksentrik namun berakhir kegagalan yang menyedihkan. Tengoklah daftar Rum Diary, Dark Shadows, The Lone Ranger, Transcendence, terutama Mortdecai. Kini saatnya Depp kembali ke permainan aktor watak melalui perannya sebagai James “Whitey” Bulger, gembong mafia di Boston Selatan. Mungkin saja lewat peran Jimmy ini, ia akan mendapat nominasi Oscar Aktor Terbaik yang keempat.

Awalnya Jimmy hanyalah preman kelas teri biasa. Persahabatan yang tak ubahnya seperti persaudaraan di wilayah Boston Selatan sangatlah erat. Hal ini terbukti dengan, tokoh John Connolly (Joel Edgerton) yang memiliki hutang budi kepada Jimmy, saat ini kembali ke kampung halaman sebagai agen FBI. Alih-alih menangkap Jimmy, John bersikeras membangun aliansi “tidak biasa”: menjadikan Jimmy sebagai informan untuk menangkap penjahat-penjahat lainnya di wilayah mereka, namun di sisi lain menjadikan Jimmy bebas dari kejahatan yang dilakukannya.

Usaha John meyakinkan konsepnya kepada sang bos Charles (Kevin Bacon) membuahkan hasil: disetujui! Walaupun lambat, akhirnya penjahat saingan Jimmy berhasil diringkus tim FBI. Efek sampingnya adalah seiring dengan penjahat lainnya ditangkap FBI, maka bisnis haram Jimmy pun kian bebas berkembang merajalela karena saingannya telah di dalam bui. Narkoba mulai ditawarkan di anak usia SD. Informan-informan yang membocorkan kejahatan Jimmy hilang seketika. Jika tidak dibunuh anak buahnya, Jimmy pun tak segan-segan menghilangkan nyawa orang yang dianggap berkhianat ataupun membahayakan dirinya.

Di film yang diangkat dari buku berjudul sama (2001), tokoh Jimmy tidak sepenuhnya ditampilkan kekelamannya saja. Film ini juga memotret sisi pribadi Jimmy yang rapuh terutama hubungannya dengan sang putra tunggalnya, isteri (Dakota Johnson) dan sang ibunda. Walaupun minim adegan interaksi dengan keluarga, namun dapat efektif ditampilkan bagaimana karakter Jimmy saat menghadapi anaknya yang sakit keras, dilanjutkan dengan kepergian sang ibunda. Faktor kehidupan Jimmy yang disajikan abu-abu di sini menjadi faktor plus yang menyeimbangkan kebengisannya.

Tampak jelas, yang bersinar adalah aura kebintangan Johnny Depp. Inilah saatnya untuk berpendar terang. Tampilannya yang jauh dari keseharian Depp serta senyum seringai plus tatapan mata dingin menjadi modal yang sungguh kuat dalam membawa karakter Jimmy ke level mengesankan.

Penonton pun dibuat menjadi tak tahan sekaligus bergidik menunggu adegan selanjutnya apa yang akan dilakukan Jimmy. Mengamukkah atau membunuh orang (lagi). Cobalah simak bagaimana saat Jimmy mendatangi kamar Marianne, isteri John untuk “memeriksa” kesehatannya. Lebih membuat penonton menahan nafas daripada menonton film horor!

Tokoh adik Jimmy, William Bulger, senator yang diperankan oleh peraih nominasi Oscar, Benedict Cumberbatch jelas hanya sebagai peran pendukung yang menjadi pelengkap. Walaupun sebenarnya karakter Billy Bulger dapat lebih dioptimalkan. Dakota Johnson yang sebelumnya tampil di Fifty Shades of Grey, dapat menjadi penyeimbang Depp di sisi drama.  Joel Edgerton pun dapat berperan oportunis, sungguh berwarna dinamikanya, terutama hubungannya dengan sang isteri dan Fred Wyshak (Corey Stoll, pemeran Yellow Jacket, bad guy di Ant-Man), sosok idealis nan tegas yang kemudian menjegalnya.

Durasi 2 jam pun dieksekusi dengan rapat, menegangkan di bagian-bagian tertentu saja dan efektif di lini drama pada beberapa adegan. Sayangnya terdapat banyak tokoh dan dialog yang bertebaran dapat menjadi potensi membingungkan penonton bagi yang kurang fokus. Sebagai sebuah kesatuan, keseluruhan pemain (ensemble cast) dan elemen teknis produksi telah menjalankan baik tugasnya masing-masing, dengan Johnny Depp menjadi puncaknya.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan