THE BOSS BABY 3/5 Stars
“Hangatnya Rasa Cemburu”

Kehidupan Tim (Miles Christopher Bakshi) awalnya menyenangkan. Penuh fantasi petualangan dan mendapat kasih sayang penuh kedua orangtua, sang Ayah (Jimmy Kimmel) dan Ibu (Lisa Kudrow). Sayangnya, di setiap kisah indah pasti tak selalu mulus. Kehadiran sang adik lelaki, Boss Baby (Alec Baldwin) membuat Tim cemburu. Cinta ayah bunda harus rela dibagi, kehadiran adik dipandang sebagai sebuah bencana bagi sang kakak. Isu yang relatable dan believable!

Ketika keadaan tak bisa lebih parah lagi, Tim menemui kenyataan bahwa adiknya ternyata bisa berbicara dan memiliki misi rahasia tersendiri. Jika misi berhasil, maka Boss Baby akan menghilang dan kehidupan, dan Tim akan kembali ke masa ideal seperti awal. Tim pun menyetujui usulan Boss Baby. Petualangan mereka semakin tak mudah, karena ada tokoh antagonis Francis Francis (Steve Buscemi) yang terlibat.

Isu persaingan kakak beradik lelaki pada masa kanak-kanak (dan bayi) sebenarnya menjadi konflik yang menarik. Terlebih pada genre animasi. Hal yang coba diangkat melalui film berdurasi 97 menit ini sayangnya justru terganggu oleh subplot utama. Konflik perseteruan yang dihadapi Boss Baby melawan perusahaan yang dipimpin Francis Francis melebarkan plot. Konsekuensinya ialah jahitan kisah terasa tak mulus, di luar nalar sekaligus menggerogoti pondasi yang sudah susah payah coba dibangun sejak menit pertama film ini.

Guyonan yang dilempar sepanjang film nyaris hanya separuh saja yang berhasil. Visualisasinya tak terbilang buruk (meski masih sangat jauh dari kata istimewa) untuk tontonan semua umur, meski mereka masih belum sepenuhnya paham apa yang tersaji. Penonton dewasa masih perlu mendampingi.

Terlepas dari kekurangannya, film produksi 20th Century Fox ini masih memberi akhir kisah yang hangat, meski bisa ditebak. Sebagai hiburan, film yang mampu menggeser Beauty and The Beast dari tahta box office USA ini masih terlihat tertatih. Ending yang menekankan pentingnya kehadiran keluarga ini sayangnya belum mampu menyelamatkan distorsi plot di sana-sini yang membuat film ini tak lagi solid. Kadar relatable dan belivable pun jauh berkurang.

Text by Pikukuh
Photo by dreamworks[dot]com

Tinggalkan Balasan