CENTRAL INTELLIGENCECENTRAL INTELLIGENCE 3.3/5 Stars
“Jadilah Pahlawan di Kisah Hidupmu”

Formula aksi komedi dua pria yang berbeda latar belakang atau karakter sudah menjadi genre mainstream yang cukup ampuh mengundang daya tarik penonton selama beberapa dekade terakhir. Jauh sebelum duet Jackie ChanOwen Wilson (Shanghai Knight, Shanghai Noon) dan Jackie Chan-Chris Rock (trilogi Rush Hour), sudah ada Mel Gibson-Danny Glover yang sukses saling melengkapi di seri Lethal Weapon.

Di era sekarang, duet pria dalam genre aksi komedi mulai jarang ditampilkan. Produser lebih memilih komedi keroyokan seperti The Hangover, Pitch Perfect,‎ atau kehadiran Melissa McCarthy yang kini konsisten merilis 1 film komedi setiap tahunnya. Kekosongan genre buddy action comedy coba diisi oleh duo yang secara fisik bertolak belakang: Dwyane Johnson alias The Rock yang tinggi kekar, dipasangkan dengan Kevin Hart, komedian kulit hitam paling eksis saat ini yang bertubuh mungil.

Berturut-turut mereka berperan sebagai Bob Stone dan Calvin Joyner.‎ Bob adalah nama baru yang ia pakai setelah dipermalukan tanpa busana di depan umum, menjelang kelulusannya. Di saat kritis itulah, hanya Calvin yang menolong Bob. Dahulu Bob berubuh gempal dan buruk rupa. Sementara Calvin,yang juga dikenal sebagai The Golden Jet adalah pria paling keren dan aktif di sekolah.

Nasib membawa Calvin menikah dengan kekasihnya semasa SMA, lalu menjalani kehidupan standar sebagai seorang senior akuntan. Calvin pun mengalami perjuangan hidup, karena sejak SMA ia telah dikenal sebagai siswa paling berpotensi, namun sayangnya kini ia menganggap hidupnya jauh dari istimewa. Belum lagi permasalahannya dengan sang istri.

Melalu media sosial, Bob kembali ber‎temu dengan Calvin. Ternyata Bob punya agenda lain: dikejar-kejar CIA yang menuduhnya akan menjual kode satelit rahasia milik pemerintah. Sepanjang film, penonton dicoba dibuat bingung, apakah benar Bob seorang pengkhianat negara atau bukan.

Keistimewaan Central Intelligence‎ terletak pada pesan: setiap orang mampu menjadi pahlawan di kisah hidupnya masing-masing. Tidak perlu memiliki kemampuan super atau berhasil mendaki gunung untuk menjadi pahlawan. Dengan mengalahkan para penindas dan berhasil mengatasi isu bullying yang kian marak, so orang itu telah sukses menjadi seorang pahlawan. Tema yang masih relevan untuk selalu diingat.

Terlepas dari pesan moral itu, Central Intelligence tampil generik. Kemunculan sesaat Melissa McCarthy menjelang adegan‎ akhir agak menyegarkan. Aura kebintangan The Rock kian berpudar sejak ia meramaikan franchise Fast and Furious, dan G.I. Joe. Masih akan banyak film aksi atau komedi yang siap memajang aktor yang berangkat dari profesi pegulat.

Central Intelligence adalah komedi yang dapat dinikmati tanpa perlu berpikir lebih, sebagai hiburan setelah penat dikejar deadline tugas atau target. Chemistry bromance Kevin Hart-The Rock mulai terbangun walau belum luar biasa. Setelah lampu bioskop dinyalakan, para penonton pun dapat tersenyum dan langkah keluar studio terasa lebih ringan.

Text by Pikukuh
Photo by moviepilot[dot]de

Tinggalkan Balasan