crimsonPeakCRIMSON PEAK 4.2/5 STARS

“Monster Itu Bernamakan Cinta”

Sebelum dirilis 15 Oktober 2015, trailer Crimson Peak menampilkan trio Mia Wasikowska – Tom Hiddleston – Jessica Chastain, yang bergenre horor dibalut drama romansa. Setelah tenar karena membidani Pan’s Labyrinth dan Pacific Rim, sekarang Guillermo Del Toro mau ngapain lagi dengan genre horor? Tidak mau setengah-setengah di terbarunya, selain menjadi sutradara, Del Toro juga multi tasking merangkap sebagai (salah satu dari tim) penulis dan produser. Pasti ada hal menarik yang menggugah kreativitas Del Toro nih!

Nama berikutnya yang perlu diwaspadai adalah Jessica Chastain. Aksinya beberapa tahun terakhir sering muncul di banyak film dengan peran yang beragam, juga mendapat nilai di atas rata-rata, seperti The Help, Mama, Zero Dark Thirty, Lawless, Interstellar, A Most Violent Year, Interstellar, The Martian, dan kini Crimson Peak. Rasanya baru kemarin, kita nonton Chastain beraksi sebagai penyelamat Matt Damon di The Martian, sekarang Crimson Peak kembali mempertemukan Jessica dengan Mia. Apakah genre horor di film Mama masih kurang bagi Chastain, sehingga ia merasa perlu ambil bagian di film ini?

Sudut pandang penonton diwakili oleh tokoh sentral bernama Edith (Wasikowska), pengarang amatir yang sedang berjuang menerbitkan tulisannya. Karyanya yang bertemakan hantu tidak disukai penerbit, dan diminta mengubah haluan menjadi roman. Hantu adalah hal yang telah lama mengusik pikirannya. Sejak usia 10 tahun, ia memiliki “bakat” khusus yang tidak disukainya, yaitu melihat roh, terutama sang ibunda yang belum lama meninggalkannya. Sudah 2 kali, sang hantu ibunda mewanti-wanti Edith “Berhati-hatilah terhadap Crimson Peak”. Pesan yang sama sekali tidak mengerti oleh Edith.

14 tahun kemudian, teman masa kecil Edith, Allan (Charlie Hunnam) yang berprofesi sebagai dokter, kembali ke kota asalnya untuk membuka praktek. Allan tetap setia mencintai Edith meski tampaknya bertepuk sebelah tangan. Perhatian Edith justru tertambat pada Thomas Sharpe (Hiddleston), pemuda asal Inggris yang bermaksud mencari investor di tanah Amerika.

Kedatangannya bersama sang kakak, Lucille Sharpe (Chastain) tidak disukai oleh Carter Cushing (Jim Beaver), ayah Edith. Intuisi Carter pun berlanjut kepada investigasi yang menguak masa lalu Thomas. Usaha Carter mengusir pasangan kakak-beradik Sharpe justru membuatnya menemui ajal! Aset peninggalan keluarga Cushing dijual, dan setelah menikah Thomas membawa Edith ke kediamannya di Inggris.

Rumah megah namun reyot yang baru ditempati Edith menyimpan segudang misteri. Penampakan hantu berulang kali hanyalah hal awal yang mengusik. Sikap Lucille yang dingin dan ketus pun kian membuat Edith tidak nyaman. Hingga pada suatu ketika, Edith menemukan petunjuk yang berada di lantai bawah tanah. Penelusuran Edith membuka rangkaian petunjuk apa yang sebenarnya terjadi dan disembunyikan selama ini.

Tidak butuh seorang jenius untuk memecahkan misteri film ini. Kepingan puzzle disebar sejak awal cerita, sehingga penonton dapat dengan mudah menebak arahnya. Walaupun tidak sulit diterka, eksekusi Del Toro sungguh solid. Ketegangan serta dramaturgi dibangun dengan rapi hingga mencapai klimaksnya di 30 menit terakhir. Plot yang dikira sudah dikuasai ternyata masih dapat memberi unsur kejut bagi penonton, bahkan berulang kali!

Skenario berarti, lalu sinematografi dan desain produksi yang indah menjadi poin plus tersendiri. Di sini hantu ditampilkan sebagai pelengkap, bukan sajian utama. Tampilan para hantu justru membantu Edith dalam memecahkan masalah. Di sisi lain, tampilan visual yang merah berdarah dan beberapa adegan kekerasan ditebar, sebaiknya memang bukan untuk konsumsi semua umur.

Kredit plus patut (sekali lagi dan lagi) diberikan kepada Chastain. Totalitasnya kali ini sebagai femme fatale sekaligus bad-ass menuntutnya untuk lebih aktif secara fisik. Memang agak berbeda dengan peran yang memberinya nominasi Oscar, di The Help dan Zero Dark Thirty. Namun di sini lah menariknya, dan terbukti, perannya kali ini sebagai wanita tangguh nan misterius tetap patut mendapat pujian. Duetnya dengan Tom Hiddleston sungguh mengundang penasaran.

Lewat Crimson Peak, Del Toro telah terbukti berhasil mengawinkan genre horor, thriller, sekaligus drama romansa bernuansa gothik. Pada akhirnya, yang lebih mengerikan bukanlah sosok hantu yang telah mati, tetapi justru makhluk hidup a.k.a manusia. Dan ketika manusia itu berubah total menjadi monster yang mengerikan, bisa jadi faktor penyebabnya justru sederhana, karena (terlalu) cinta.


Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan