doctor-strangeDOCTOR STRANGE 4.1/5 Stars
“Dokter Aneh Penuh Ego dan Humor”

Semesta superhero Marvel‎ ketambahan anggota baru. Bermula dari dokter bedah spesialis saraf yg cerdas (sekaligus arogan), Stephen Strange mengalami kecelakaan dashyat. Hidupnya yang mapan dan sempurna (bahkan mobil mewah dan apartemennya pun menghadap ke pemandangan tengah kota) mendadak luluh lantak ketika kecelakaan membuat saraf jemari tangannya tak bisa kembali normal. Jangankan untuk melakukan tindakan di ruang operasi, untuk bercukur pun ia membutuhkan bantuan. Jemarinya selalu bergetar dan tak bisa ia kendalikan.

Satu-satunya sosok yang mencoba memahami karakter Stephen adalah Christine Palmer (Rachel McAdams), rekannya sesama dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat. Egonya jugalah yang membuat Christine terpaksa menjauh dari Stephen. Berbagai prosedur medis berbiaya tinggi dicoba Stephen sampai menguras tabungannya.

Sampai suatu hari didapat informasi bahwa ada orang yang mampu kembali berjalan meski telah lumpuh, Jonathan Pangborn (Benjamin Bratt). Jonathan yang ditemui Stephen hanya menjelaskan singkat tentang Kamar-Taj. Tak perlu pikir panjang bagi Stephen untuk langsung terbang ke Kathmandu, Nepal, mencari apa sesungguhnya Kamar-Taj.

Sesampainya di sana, Stephen menemui Guru Besar yang disebut‎ The Ancient One (Tilda Swinton) yang berbeda dari anggapan awalnya. Berawal melecehkan, namun Stephen berubah setelah pengalaman batin yang ditunjukkan oleh The Ancient One. Dibantu oleh guru lainnya Mordo (Chiwetel Ejiofor) dan Wong (Benedict Wong), Stephen berangsur dapat mengendalikan egonya. Dengan berserah, sekaligus fokus, ia mampu mengendalikan energi sekaligus pikirannya.

Sosok antagonis dipimpin oleh Kaecillus (Mads Mikkelsen), mantan murid The Ancient One yang berbalik ke arah kegelapan. Ia ingin hidup abadi dan menganggap waktu sebagai musuh utama. Kaecillus bersekutu dengan Dormammu, penguasa kegelapan, maka waktu bisa dikalahkan dan mampu hidup kekal abadi.

‎Setelah dunia pahlawan super Marvel‎ telah sesak oleh banyak karakter, masihkah perlu sosok baru untuk diperkenalkan ke penonton? Pertanyaan yang wajar, mengingat untuk mempertahankan citranya melawan DC Comics, Marvel‎ merasa perlu terus berinovasi dan berkreasi. Jika tahun lalu ada Ant-Man, maka kemunculan pahlawan Marvel tahun ini diwakili oleh Deadpool dan Doctor Strange.

Berbeda dengan Deadpool yang kasar secara grafis dan penuh umpatan, Doctor Strange terbilang aman untuk remaja. ‎Jika Ant-Man dan Deadpool menyegarkan semesta Marvel dengan karakter filmnya yang unik, maka Doctor Strange pun juga memberi nuansa berbeda dengan caranya sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang menonjol:

– Akting
Para aktor ialah garda terdepan film. Dalam hal ini, Doctor Strange diwakili oleh 3 aktor kelas Oscar: Benedict Cumberbatch (nominasi The Imitation Game, 2014), Rachel McAdams (nominasi Spotlight, 2016), Tilda Swinton (pemenang Aktris Pendukung Terbaik Michael Clayton,2007). Kabarnya, penggarapan Doctor Strange terpaksa mundur hanya demi menunggu Cumberbatch menuntaskan jadwalnya di seni teater. Chemistry antara Stephen-Christine jauh dari kata picisan, dan juaranya jelas Swinton.
Karakter The Ancient One sebenarnya ialah lelaki. Morgan Freeman hampir dipilih menjadi pemerannya. Pertaruhan‎ besar diambil para produser dengan merubah gender The Ancient One menjadi perempuan dan mempercayakan peran kritis tersebut kepada Swinton. Ia mampu gemilang memerankan wanita berusia panjang yang tangguh, dingin namun penuh welas asih dan bijak. Sorot mata dan gesturnya meyakinkan sekaligus menarik.
– Penyutradaraan
Sang sutradara, Scott Derrikson (yang juga menjadi salah satu anggota tim penulis skenario) tahu benar visi film ini akan mengarah kemana. Pengalamannya yang condong membesut horor (dwilogi Sinister, Deliver Us From Evil) memberi warna gelap Doctor Strange di banyak sisi namun tetap cerah pada mood secara keseluruhan. Derrikson juga pandai mengarahkan para pemeran dengan baik.
– Skenario
Detil karakter‎ dijelaskan dengan jelas melalui adegan dan script. Tengok bagaimana pembahasan Christine mengenai Stephen yang selalu berfokus pada diri sendiri, untuk kemudian disadarkan kembali oleh The Ancient One, bahwa segala sesuatunya bukan tentang diri sendiri. Ucapan atau petuah The Ancient One tentang “We can’t lose our demons. We can only be above them.” pun sangat sesuai materi film. Tidak hanya skenario yang bermakna, sisi humor pun banyak ditampilkan. Simak bagaimana drama pahlawan super disisipkan humor tentang password wifi, Adele, Eminem, bahkan Beyonce sekalipun. Sungguh kejutan kocak tak terduga dan mengundang tawa!
– Plot
Plot menemukan identitas diri yang baru, untuk kemudian belajar dan bertarung melawan antagonis pun bukan hal yang baru. Formula jamak ini juga masih ditambah dengan kisah klise adanya tokoh penting yang tewas. Untungnya segala plot standar tersebut masih dijahit dengan rapi‎ tanpa harus menjadi membosankan.
– Visual
Menghabiskan biaya sekitar US$ 175 juta, visual Doctor Strange memang mencengangkan. Meski di beberapa bagian masih mengingatkan akan karya Nolan Inception, tapi Doctor Strange masih memukau penonton. Bagi yang tak biasa, bisa saja merasa pusing, tapi sebagai pencapaian sinematik, Marvel telah mencoba sesuatu yang baru, tak biasa dari karya produksinya belakangan ini.
– Catatan
Dengan segala inovasinya, Doctor Strange mampu berdiri sebagai film yang cukup solid, memiliki identitas otentik dan mampu untuk segera bergabung dengan tim Avengers lainnya.‎ Jangan lewatkan 2 adegan tambahan hingga credit title benar-benar berakhir.
Trivia: berperan sebagai apakah Stan Lee saat cameo di film Doctor Strange?
A. Penumpang bus
B. Pasien rumah sakit
C. Pengunjung restoran

Text by Pikukuh
Photo by comicbook[dot]com

Tinggalkan Balasan