HT2‘Hotel Transylvania 2’: 3.2/5 STARS

“Belajar Bagaimana Menerima Perbedaan Dari Hati”

Alur cerita “Hotel Transylvania 2” (HT2) langsung dibuka menyambung dari film pertamanya yang dirilis tahun 2012. Untuk mengingatkan, di seri sebelumnya konflik berkutat pada Drac (Adam Sandler) yang pernah memiliki trauma dengan kaum manusia karena istrinya tewas di tangan mereka, namun di sisi lain harus menghadapi kenyataan putri tunggalnya Mavis (Selena Gomez) memiliki kekasih seorang manusia Jonathan (Andy Samberg). Di sekuelnya ini, dikisahkan Mavis dan Jonathan telah menikah dan memiliki anak lelaki yang menggemaskan, Dennis.

Apakah nasib Dennis akan menjadi “monster” atau hanya manusia biasa ditentukan saat ulang tahunnya yang kelima. Drac yang menginginkan Dennis mengikuti jejaknya (terlalu) berusaha keras mengajari hal atau kebiasaan khas drakula. Sementara sang ibunda, Mavis menghendaki Dennis menjadi manusia biasa dan pindah dari hotel ke kota besar kediaman keluarga Jonathan.

Hotel pun kini menjadi tempat campuran hunian manusia dan monster, semenjak Drac diceritakan telah dapat menerima kehadiran manusia. Nyatanya ego Drac terlalu menguasai dan justru membahayakan Dennis. Kehadiran ayah Drac, Vlad (Mel Brooks) menambah keseruan menjelang akhir film.

Sandler yang telah berulang kali gagal dalam komedi (dalam wujud nyatanya sebagai tokoh manusia), berusaha mengulang kesuksesannya di genre animasi lewat HT2. Selain menjadi pengisi suara, Sandler pun turut aktif menjadi salah satu eksekutif produser (bagian pendanaan pastinya) dan penulis skenario. Para penonton pun tak ubahnya menonton Sandler didampingi sahabat-sahabat setianya (Kevin James, David Spade, Steve Buscemi) bercanda ria dalam versi animasinya sebagai dracula, frankenstein, werewolf dan mummy. Tidak semua lelucon berhasil, mayoritas justru terasa kasar, garing alias memaksakan diri.

Proses penerimaan Drac ataupun Vlad sayangnya tidak dieksplorasi lebih meyakinkan. Berbagai subplot yang berusaha melucu tidak semuanya dieksekusi dengan sukses, sementara durasi pun hanya 89 menit. Tidak banyak hal efektif yang dapat dilakukan.

Hasil akhirnya sekuel ini hanya sebatas keseruan semata, namun membahas hal esensial tentang penerimaan perbedaan dari hati hanya dari kulitnya saja. Bagaimanapun juga HT2 masih jauh lebih baik dibandingkan kegagalan film-film Sandler beberapa tahun terakhir yang menampilkannya sebagai manusia.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan