independence_day_resurgenceINDEPENDENCE DAY RESURGENCE 2.7/5 Stars
“Formula Klasik: USA vs Alien”

20 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk merilis sekuel. Rentang waktu yang lama sudah membuktikan kalau kehadiran Jurassic World dan Star Wars The Force Awakens sangat dinanti-nanti dan langsung membuat pecah rekor selama 2015 kemarin. Kini Independence‎ Day mencoba hadir kembali untuk menyapa penonton lama sekaligus merebut hati anak muda di era kekinian ini. Berhasilkah?

Para pemain lama pun muncul kembali membawakan karakter lamanya: Jeff Gold‎blum, Bill Pullman, Vivica A Fox, Judd Hirsch dan Brent Spiner. Film model Independence Day Resurgence tidak membutuhkan kedalaman cerita ataupun skenario yang cerdas. Dengan kemajuan teknologi, maka Independence Day Resurgence bak pameran visual efek serangan alien yang menyerang dan menghancurkan bumi, lengkap dengan efek 3 dimensi dan tampilannya di IMAX.

Independence Day Resurgence hadir dengan tingkat ambisius yang tinggi. Banyak tokoh dihadirkan silih berganti sebagai saksi kehadiran alien yang kembali setelah 20 tahun sebelumnya berhasil dihancurkan oleh patriotisme Hiller (Will Smith), hingga harus merelakan nyawanya. Putranya, Dylan (Jessie T. Usher) kini menjadi pilot pasukan skuadron yang berkonflik dengan rekannya, Jake (Liam Hemworth). Jake yang ditugaskan di bulan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan Patricia (Maika Monroe), putri mantan Presiden Whitmore (Bill Pullman).

Jika di seri pertamanya tahun 1996, Presiden Whitmore berputri tunggal yang mencerminkan‎ profil Bill Clinton, maka Independence Day Resurgence mengisahkan presiden wanita pertamanya, Lanford (Sela Ward). Lanford seolah-olah menggambarkan kandidat Presiden Amerika selanjutnya, Hillary Clinton.

Kisahnya sederhana. Selepas teror alien tahun 1996, bangsa-bangsa hidup damai. 20 tahun kemudian, ada penduduk di berbagai belahan dunia yang mengklaim punya hubungan kebatinan dengan alien. Pesan dan logo aneh pun dijabarkan oleh mereka. Tak lama setelahnya, di tengah keceriaan perayaan ulang tahun Amerika 4 Juli, tepat 20 tahun, dimulailah serangan alien kedua dengan pesawat dan armada yang lebih masif. Direktur Levinson (Jeff Goldblum) pun menjadi tokoh penting untuk mengurai apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Sutradara film pertamanya, Rolland Emmerich kembali duduk di bangku‎ yang sama. Resep standar yang menunjukkan kedigjayaan negara Paman Sam pun melandasi setiap pengambilan keputusan dunia melawan alien. Formula setipe yang sering ditonjolkan banyak film Hollywood sebelumnya, termasuk seri pendahulunya. Nyaris tidak ada hal baru yang berarti.

Untuk memancing penonton generasi terkini, dipilihlah para aktor dan aktris muda, yang rasanya konflik di antara mereka dengan mudah diselesaikan mengingat adanya serangan makhluk asing yang jauh lebih penting. Justru merekalah yang menjadi pahlawan dalam melawan dedengkot alien.

Seri pertamanya yang sukses lebih karena momentum kemunculannya yang tepat. Tahun 1996 belum banyak film aksi (sok) ilmiah seperti Independence Day yang membangun nasionalisme Amerika dan memajang para aktor kelas A pada masanya. Saat itu Will Smith mengalami masa jaya sebagai salah satu aktor terkeren. Jeff Goldblum masih moncer berkat Jurassic Park, sementara Bill Pullman telah merebut hati sebagai karakter pria kebapakan sejak tampil di Casper dan While You Were Sleeping‎.

Independence Day Resurgence masih memajang nama lama, namun di antara sederetan pemeran baru hanya Liam Hemsworth yang dikenal berkat seri The Hunger Games. Judul yang disebut terakhir pun sebenarnya lebih mengangkat Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen, bukan menjual Liam Hemsworth. Maika Monroe yang sebelumnya berperan seru di horor psikologis keren It Follows belum mampu berbuat banyak.

Sementara pemeran lainnya juga hanya tampil dua dimensi, minim mengundang empati penonton. Mereka hanya sibuk heboh berlarian untuk menghindar atau mencoba melawan alien. Beberapa karakter memang ditampilkan harus merelakan nyawa. Bahkan karakter sekelas mantan Presiden Whitmore dan tokoh lainnya beraksi bodoh saat berhadapan dengan alien.

Meski skenario dan plotnya lemah, namun ambisi menampilkan banyak karakter secara ajaibnya tidak membuat penonton bingung. Kelemahan tidak fokus pada para karakter, namun lancar dituturkan secara bergantian. Mungkin berkat skenario yang ditulis keroyokan oleh 6 orang sekaligus.

Independence Day Resurgence ibarat sesuatu yang renyah untuk dikonsumsi namun minim gizi sebagai sebuah tontonan yang seharusnya mampu memberi nilai tambah selain kehebohan semata.

Text by Pikukuh
Photo by comingsoon[dot]net

Tinggalkan Balasan