INI KISAH TIGA DARA 4.2/5 Stars
“Tampilan Kekinian Tiga Dara Mencari Cinta”

Setelah beberapa minggu yang lalu dirilis ulang Tiga Dara (1956) edisi proses restorasi‎, kini kita sudah siap menyaksikan ‎versi terbarunya yang digarap sutradara Nia Dinata (dwilogi Arisan dan Berbagi Suami). Teh Nia hanya mengambil beberapa bagian inti dari film terdahulunya untuk menjadi pijakan di film terbarunya ini.

Setelah Tiga Dara bernyanyi dengan sopir taksi (Joko Anwar) di tengah kemacetan kota Jakarta, adegan awal pun masih serupa dengan ritual tiupan kue ulang tahun Dara tertua. Namanya, Gendis (Shanty Paredes) yang ‎kali ini dikisahkan telah menginjak usia 32 tahun. Sang Oma (Titiek Puspa) pun memiliki kerinduan mendalam untuk menyelesaikan PR terbesar dalam hidupnya: menyaksikan cucu tertuanya segera menikah.

Bersama Oma dan adik-adiknya, Ella‎ (Tara Basro) dan Bebe (Tatyana Akman) menyusul sang ayah, yang sedang mempersiapkan launching hotel keluarga, ke Flores. Gendis yang perfeksionis berprofesi sebagai chef utama hotel keluarga, Ella yang mengurus reservasi dan Bebe kebagian seksi sibuk di sana sini.

Di tengah‎ persiapan pembukaan hotel, Gendis yang sedang belanja sendiri di pasar tradisional secara tidak sengaja ditabrak oleh motor gede Yudha (Rio Dewanto). Ternyata Yudha adalah tamu kehormatan di hotel milik keluarga mereka. Serupa dengan versi pendahulunya, sang adik, Ella mencoba menarik perhatian Yudha, tetapi sayang, sang lelaki pujaan hati lebih memilih Gendis, gadis penuh sarkasme yang tiada bosannya sinis kepada Yudha. Di sisi lain, Bima (Reuben Elishama), teman masa kecil Ella juga menyimpan rasa.

Selain masalah cinta segiempat Gendis-Yudha-Ella-Bima, nilai lebih film ini ternyata menyimpan agenda Yudha tersendiri, yang baru dijelaskan menjelang akhir film dan memicu konflik keluarga. Babak ketiga film ini pun dieksekusi layaknya roman pengejaran cinta, namun ditopang oleh skenario Nia Dinata dan Lucky Kuswandi. Banyak dialog bermakna yang tidak picisan, namun terasa natural keseharian. Tengok bagaimana percakapan Oma dan para cucunya yang seperti obrolan sehari-hari.

Subplot lainnya, Bebe (Tatyana Akman) sedang mengalami cinta gila dengan salah satu turis blasteran penghuni hotel mereka, Erick (Richard Kyle). Pada konferensi pers,‎ Nia Dinata mengaku karakter Bebe terinspirasi oleh kenakalan masa mudanya. Memang, tokoh Bebe terasa paling segar di film ini. Kejujuran Nia dalam menggambarkan karakter Bebe ini membawa film Ini Kisah Tiga Dara ke level dewasa namun tetap elegan. Sebagai pendatang baru, Tatyana Akman cukup total memerankan Bebe dengan lepas, termasuk adegan 17 tahun ke atasnya bersama Richard Kyle.

Selain Bebe, karakter yang paling menarik justru Oma. Dengan segala perhatian dan keceriwisannya, tokoh Oma berhasil ditampilkan dengan luwes oleh aktris tiga jaman, Titiek Puspa. Santai, menghibur dan effortless.

Keseluruhan ka‎rakter sudah sesuai, namun memang usaha Tara Basro memerankan anak tengah, masih jauh dibanding pendahulunya Mieke Wijaya. Di versi 1956, Mieke Wijaya berhasil menjadi scene stealer di setiap kemunculannya, menarik namun tidak menjadikannya antagonis. Tara Basro sudah berupaya, namun belum menjadi scene stealer film ini.

Kredit lebih diberikan kepada penata musik dan kreator lagu-lagu tema yang sesuai dengan pesan dan suara hati para karakter. Dibanding versi 1956, Ini Kisah Tiga Dara‎ lebih banyak menyuarakan curahan para karakternya. Tidak sering mereka bernyanyi, namun ketika mereka melantunkan lagu, maka di situlah puncak emosi para karakter itu dapat diekspresikan melalui lirik dan senandung jiwa. Kabar Ini Kisah Tiga Dara akan dibawa ke panggung musikal adalah sebuah langkah nyata yang patut diapresiasi.

Kerinduan Nia Dinata untuk menampilkan ulang salah satu film lawas Indonesia yang masih relevan berbuah manis. Karya terbarunya terbukti tetap memiliki jiwa dari film aslinya, namun digubah menjadi lebih kekinian tanpa melupakan‎ akarnya. Eksekusinya pun rapi, sistematis dan mulus. Beberapa konflik ditambahkan namun tidak mengganggu benang merah utama.

Nia yang film-filmnya lebih banyak berceloteh tentang wanita mencoba mempertahankan idealisme namun tetap memperhatikan sisi komersil. Terbukti Shanty pun rela kembali ke Indonesia demi Ini Kisah Tiga Dara (setelah sebelumnya pernah terlibat juga di Berbagi Suami). Tara Basro yang baru saja memenangkan Citra digaet untuk menjadi peran tengah dalam kisah tiga wanita, mirip seperti yang diperankannya dalam 3 Srikandi.

Ini Kisah Tiga Dara bukan karya terbaik Nia, namun jelas salah satu film yang menyenangkan jiwa tahun ini.

Tinggalkan Balasan