koala kumalKOALA KUMAL 3.6/5 Stars
“Berdamai Dengan Patah Hati Terhebat”

Setelah berulang kali diajak menertawakan nasib seorang jomblo, kali ini penonton dibawa kembali ke dunia Raditya Dika, untuk menertawakan rasa patah hati yang tragis.

“Setiap orang (pasti) pernah patah hati”‎, begitu kata Dika.

Bahkan tagline film yang juga ditulis dan disutradarainya kali ini “Sebuah Komedi Patah Hati”.

Dari pengakuan Dika, film ini ditulis berdasarkan patah hati terhebat yang pernah ia alami 4 tahun silam. Seberapa menjualkah kisah drama ironis curcol tentang patah hati yang didongengkan Dika? Bisakah‎ mencapai angka 1,3 juta penonton seperti rekor tertinggi raihan film Dika terlaris Single?

Film ini diadaptasi dari novel Koala Kumal yang terakhir ditulisnya.‎ Koala merujuk kepada kisah hewan Australia ini yang dulu sempat tinggal di hutan yang rindang. Setelah sempat berpindah tempat, ia kembali ke hutan lamanya. Ternyata kondisinya banyak berubah. Para penebang telah memberanguskan banyak pohon sehingga ia merasa tidak nyaman dan tidak mengenal kampung lamanya.

Perasaan semacam koala itulah yang sempat dilontarkan Dika kepada Andrea (Acha Septriasa). Saat sedang mempersiapkan pernikahan, Andrea memutuskan Dika secara sepihak dengan alasan telah jatuh cinta dengan James‎ (Nino Fernandez). Setahun berlalu, Dika masih belum bisa move on dari perasaan kecewaa ditinggal Andrea di saat sedang cinta-cintanya.

Lalu hadirlah Trisna (Sheryl Sheinafia), penyemangat baru Dika. Jika ‎Koala Kumal adalah FTV atau film standar, maka tokoh Trisna muncul sebagai love interest yang baru. Untungnya tidak! Dengan karakternya yang unik, Trisna menyemangati Dika sebagai sesama korban patah hati terdashyat. Kebersamaan mereka tidak jatuh ke subplot cinta baru yang membingungkan tokoh Dika.

Film Dika yang kali ini dibintangi aktris kelas Citra, Acha Septriasa, ‎memberi nuansa karakter Andrea yang sesuai porsinya. Sementara, penyanyi muda yang juga masih pendatang baru di dunia akting, Sheryl terlihat berusaha semampunya. Persis sesuai karakter Trisna yang pantang menyerah sekaligus idealis dan agak ambisius. Usaha akting Sheryl terlihat berlebih di depan layar, namun secara tidak langsung justru selaras dengan karakter Trisna yang too much.

Beberapa lelucon masih ada yang belum mengena alias dipaksakan, beberapa dialog atau aksi komedi lumayan lancar mengundang senyum. Namun di balik semuanya itu, Koala Kumal memberi nilai tambah tentang bagaimana belajar menjadi dewasa dan berdamai dengan patah hati terdahsyat, yang konon pernah dirasakan oleh setiap orang. Hal ini digambarkan dengan bagaimana tokoh Dika menjalani hidupnya di ending film berdurasi 102 menit ini.

Sebuah pilihan dewasa Dika untuk tidak terjebak di ending film yang harus memilih.‎ Biarkan proses itu berjalan. Hasil akhir kedewasaan dan kebijaksanaan menyikapi patah hati menjadi sesuatu yang rasa pahit-getirnya dapat dibawa pulang seusai lampu bioskop dinyalakan sambil mengenang peristiwa tak terlupakan dalam hidup setiap penonton: patah hati.

Text by Pikukuh
Photo by hello-pet[dot]com

Tinggalkan Balasan