Superman Is Dead (dikenal dengan SID) Bobby Kool (vokal, gitar), Eka Batu (bass), dan Jerinx (drum) kembali memperkenalkan single terbarunya yang diberi judul “Batas Cahaya”. Lagu ini tentang refleksi atas hubungan antara manusia dengan waktu, perjuangan, dan sejauh mana ia diperlukan. Perjuangan di semua lini kehidupan melawan takdir, melawan standar, kekuasaan, dan yang paling signifikan, melawan diri sendiri.

Nama “Superman Is Dead” sendiri berasal dari sebuah batu Stone Temple Pilots’s “Silvergun Superman”. Nama itu kemudian diubah menjadi “Superman Is Dead”, karena mereka menyukai gagasan bahwa tidak ada satupun hal di dunia ini yang sempurna, ataupun tidak ada seorangpun yang tidak terkalahkan di luar sana.

“Batas Cahaya” ditulis oleh Bobby Kool dan JRX. Sedangkan untuk Mixing and mastering, Superman Is Dead dibantu oleh Yoni. Tak ada penghakiman di sini karena perjuangan tak melulu perihal hitam dan putih. Ada banyak grey area di dalamnya, sebagaimana musuh menjadi teman, saudara menjadi rival, hingga kadang kekuasaan pun didekati dan diamini

SID menghasilkan tiga album pertama mereka secara mandiri, dengan luar biasa, indie label skala kecil “Case 15” (1997), “Superman is Dead” (1999), “Bad Bad Bad” EP (2002). Pada bulan Maret 2003 mereka akhirnya menandatangani kontrak dengan Sony Music Indonesia dan merilis album pertama mereka di bawah label itu, “Kuta Rock City”. Album kedua mereka “The Hangover Decade” dirilis pada bulan Desember 2004. Album ketiga mereka “Black Market Love” dirilis pada Maret 2006. Pada tahun 2009 SID release “Angels and The Outsiders”. Kemudian “Sunset di Tanah Anarki” pada tahun 2013.

5 Tahun setelah album “Sunset di Tanah Anarki” di “Batas Cahaya” tetap akan jadi lagu penyemangat bentuk perjuanganmu, seberapapun sepinya perasaanmu saat melakukannya, kamu tidak pernah sendiri. Lagu ini adalah buktinya.

Artwork by @antitankproject

Official site: www.supermanisdead.net

Tinggalkan Balasan