THE LOST CITY OF Z 4.3/5 Stars
“Pengorbanan Besar Atas Nama Hasrat”

Perkenalkan Percy Fawcett (Charlie Hunnam), seorang tentara Inggris di era awal 1900-an. Kegigihan dan keberhasilannya dalam bertugas tak jarang dipandang sebelah mata karena reputasi sang ayah yang dianggap rendah oleh masyarakat. Aib ortu menghinggapi nasib Percy sehingga sulit mendapat kenaikan pangkat.

Terjebak dalam garis tangan yang apes akibat dosa sang ayah, Percy mulai menemui titik terang. Ia ditawari perjalanan dinas yang jika berhasil, maka dapat mengubah sejarah hidupnya. Kesempatan yang menggiurkan, namun di sisi lain sekaligus menjauhkan dirinya dari sang isteri Nina (Sienna Miller) dan sang putra, Jack bertahun-tahun lamanya. Terlebih Nina sedang berbadan dua.

Dengan banyak pertimbangan, Percy pun berangkat ke pedalaman hutan antara Bolivia dan Brazil. Ia ditemani asisten barunya, Henry Costin (Robert Pattinson) yang canggung namun dapat diandalkan. Misi berbahaya yang mengancam nyawa mereka pun dimulai. Serangan suku pedalaman yang kanibal dan mematikannya ikan piranha menambah tegang perjalanan Percy cs. Perjalanannya mengukur lokasi, merangkai peta sekaligus menemukan kota yang hilang menjadi penemuan menarik bagi kehidupan peradaban manusia.

Sebagai karya yang diangkat dari kisah nyata, film yang ditulis dan disutradarai James Gray ini bertutur runut sejak menit pertama film dimulai. Gray cukup cekatan memilah momen-momen penting dalam kehidupan Percy yang layak diulik lebih mendalam. Alhasil film ini tak sekedar menjahit serangkaian kejadian yang dialami Percy namun berhasil menyampaikan pesan dengan apik.

Karya non fiksi David Grann dijadikan rujukan utama saat Gray menggambarkan kisah hidup Percy menjadi skenario film berdurasi 141 menit ini. Naskah yang dihasilkan mampu menjadi jiwa keseluruhan film. Pun para aktor dan aktris yang memerankan, berhasil memberi roh dan pemahaman kepada penonton.

Film yang beredar di Indonesia sejak 31 Mei ini menjadi ajang pembuktikan kemampuan akting sang aktor utama Charlie Hunnam. Hampir saja tokoh Percy siperankan oleh Brad Pitt atau Benedict Cumberbatch. Berjodoh dengan tokoh Percy membuat Hunnam harus kehilangan drastis bobot tubuhnya. Performa Hunnam dalam memerankan penjelajah bergaya militer ini menjadi puncak performanya di depan layar, setelah sebelumnya belum berakting total saat menjadi tokoh utama di Pacific Rim dan King Arthur.

Pesona Sienna Miller pun tak dapat dianggap sepele. Peran Nina di tangannya tak hanya jatuh klise menjadi sekedar isteri yang berpangku tangan sembari ditinggal suaminya pergi dinas mempertaruhkan nyawa. Miller mampu memberi “perlawanan” sebagai partner setara tokoh Percy, sekaligus memberi energi saat sisi drama digeser Gray menjadi isu utama. Totalitas Miller memberi makna lebih dan bersinar sebagai aktris yang benar-benar sebagai pendukung peran utama.

Kredit khusus juga layak diberikan kepada Robert Pattinson dan Tom Holland. Nama yang disebut pertama berhasil melepaskan diri dari citra Edward Cullen yang menghantui sepanjang karier perfilmannya. Tokoh ikonik yang ironisnya sekaligus mengangkat pamor mantan kekasih Kristen Stewart ini. Sedangkan pemeran Jack dewasa, Holland mampu mengimbangi dan menciptakan sub konflik ayah-anak yang menarik untuk dicermati.

Penonton dibuat berharap-harap cemas sejak penjelajahan perdana Percy. Pada babak ketiga film ini, ketegangan memuncak sekaligus berakhir dengan anti mainstream. Kejutan yang minim hingar bingar namun ironisnya mampu memberi unsur kejut tersendiri di benak penonton. Karena berdasarkan kisah nyata, maka dipilihlah akhir yang diasumsikan paling mendekati kenyataan.

Pesan yang digambarkan dengan amat baik oleh segenap pemain dan kru menjadi faktor perenungan saat credit title bergulir. Passion yang membuat kita tetap melaju berjuang demi bertahan hidup nyatanya membutuhkan pengorbanan tak sedikit.

Hidup ialah pilihan, dan Percy Fawcett telah mengajarkannya melalui praktek langsung dalam kehidupannya yang menohok penonton. Tak mudah, namun segala sesuatunya dimulai dari hasrat dan suara hati.

Text by Pikukuh
Photo by denofgeek[dot]com

Tinggalkan Balasan