Midnight.Special.20161
MIDNIGHT SPECIAL 3.3/5 Stars
“Fiksi Ilmiah yang Belum Cukup Spesial”

Film dibuka dengan tampilan berita TV di suatu losmen yang menarasikan tentang penculikan bocah 8 tahun, Alton Meyer (Jaeden Lieberher). Diduga pelajunya adalah ayahnya sendiri, Roy Tomlin (Michael Shannon). Penghuni kamar losmen ini tidak lain adalah pasangan ayah-anak itu bareng rekan si ayah, polisi setempat, Lucas (Joel Edgerton).

Mereka bertiga sedang dikejar pihak berwajib‎ sekaligus sekte tertentu yang menganggap Alton semacam nabi bahkan juru selamat para pengikut sekte tersebut. Alton memiliki kekuatan khusus yang tidak dijelaskan secara jelas. Kedua matanya dapat mengeluarkan cahaya dan saat “kesurupan”, Alton dapat mengucapkan bahasa-bahasa asing bahkan pesan rahasia khusus dari pemerintah yang telah dienkripsi dengan kode-kode tertentu!

Adegan awal yang menarik, alasan mengapa ayah menculik anaknya sendiri menjadi konflik yang patut diulik, hingga kemampuan misterius Alton yang sebenarnya dapat tetap menjadi faktor agar penonton tidak bosan. Namun bagi penonton kebanyakan, alur Midnight Special berjalan lambat, minim kejutan kecuali hanya di bagian tertentu saja.

Penampilan para aktor dan aktris (termasuk Kristen Dunst sebagai ibu kandung Alton dan si Kylo Ren, alias Adam Driver sebagai Paul Sevier, agen NSA) terbilang berhasil mengundang empati. Memasuki paruh film menuju akhir, pilihan sang sutradara dan penulis skenario Jeff Nichols untuk mengakhiri film berdurasi 112 menit ini terbilang tidak seperti kebanyakan. Sisi logis ditepikan demi pemilihan opsi akhir film yang memang tidak populer. Atas keberanian Nichols mengeksekusi ending yang dapat diperdebatkan sesungguhnya‎ patut diapresiasi.

Alih-alih genre fiksi ilmiah yang berbudget fantastis dan dipenuhi efek visual, Midnight Special memilih pendekatan fokus, dalam senyap‎, efek visual benar-benar digunakan sesuai kebutuhan cerita. Penggunaan mobil, telepon bahkan televisi model jadul membebaskan penonton menginterpretasikan setting tahun Midnight Special sesungguhnya.

Dalam kesederhanannya, Midnight Special berusaha tampil beda dengan film fiksi ilmiah jalur mainstream. Sayangnya faktor pembeda kesederhanaan Midnight Special dan ensemble para aktor-aktrisnya pun belum cukup kokoh untuk menjadikannya fiksi ilmiah yang spesial dan layak dikenang sepanjang masa.

Text by Pikukuh
Photo by apna[dot]com[dot]pk

Tinggalkan Balasan