COL_BILL_TEMPLATE_21MONEY MONSTER 3.5/5 Stars
“Nyali Berbalut Kekecewaan yang Berujung Drama Penyanderaan”

Julia Roberts, George Clooney, dan Jodie Foster. 3 bintang papan atas Hollywood peraih Oscar itu bekerjasama dalam film yang ber-setting di New York. Yang unik adalah nama yang disebut terakhir justru menjadi sutradaranya. Terakhir berakting dalam Elysium (2013), Foster mulai kembali menekuni hasratnya yang lain di balik layar. Semenjak debut sebagai sutradara di Little Man Tate dan terakhir mengarahkan rekannya dalam Maverick, Mel Gibson di drama The Beaver (2011), kini Foster mencoba mengarahkan genre drama thriller penyanderaan.

Yang disandera adalah Lee Gates (George Clooney), pria paruh baya parlente pembawa acara bertajuk Money Monster‎ yang tayang mulai Senin hingga Jumat membahas tentang pergerakan kondisi ekonomi, sekaligus rekomendasi instrumen investasi. Tatkala rekomendasi Lee berujung bencana, hadirlah Kyle Budwell (Jack O’Connell) menyusup ke acara Money Monster‎ yang sedang disiarkan langsung. Ketika drama penyanderaan terjadi, kini giliran Patty Fenn (Julia Roberts), sang sutradara yang kelimpungan menangani.

‎Durasi 95 menit film ini coba dimanfaatkan secara real time oleh Foster dalam membangun kerangka adegan sehingga dihadirkan sesuai timeline yang diceritakan. Awal yang cenderung lambat mulai menanjak tegang seiring dengan teror yang ditebar oleh Kyle.

Sayangnya penonton justru gagal membangun hubungan, apalagi menemukan kedekatan dengan sang karakter utama, yaitu Lee yang disandera. Sebagai rookie dalam berbuat kriminal, tokoh Kyle justru tak diduga, cukup mampu merebut simpati penonton sekaligus di beberapa adegan tampil komedik, tanpa harus berusaha keras melucu. Tokoh Kyle mungkin banyak‎ hadir di sekeliling, atau bahkan justru representasi kita sendiri. Sebagai sosok yang mencoba peruntungan, namun ternyata gagal, dikecewakan lalu bingung harus berbuat apa dan mencoba berani, hanya bermodal nekat.

Secara keseluruhan, film ini masih belum mampu tampil unggul sebagai drama thriller dengan tema utama penyanderaan. Ketegangan belum sampai membuat penonton gregetan, begitu juga akting kelas Oscar Clooney dan Roberts sama sekali tidak perlu ditunjukkan. Mereka lebih bermain bijak alias dewasa, sesuai kadar karakter yang dibutuhkan.

Naskah yang ditulis keroyokan Alan DiFiore, Jamie Linden dan Jim Kouf berupaya mengangkat kebobrokan kaum kapitalis yang justru merugikan publik.‎ Tapi skenario, editing serta unsur teknis lainnya, lagi-lagi belum mencapai titik optimal ketika dieksekusi. Bandingkan dengan drama thriller yang belum lama dirilis, Eye in The Sky yang mampu membuat penonton enggan beranjak dari kursi karena benar-benar merasa terlibat dengan nasib (keputusan) hidup matinya sang tokoh dalam film.

Money Monster bukanlah film yang buruk. Tetap bisa dinikmati sebagai hiburan karya seorang aktris peraih Oscar di bidang akting. ‎Jujur, penonton pun masih merindukan performa gemilang Foster di depan layar, suatu hari nanti.

Text by Pikukuh
Photo by empireonline[dot]com

Tinggalkan Balasan