mothers-day-movieMOTHERS DAY 3.2/5 Stars
“Para Ibu dan Kisah Kasihnya”

‎Setelah kesuksesan drama yang mengisahkan beberapa alur sekaligus secara paralel Love Actually, disambung dengan Valentine’s Day lalu New Year’s Eve, kini hadir Mother’s Day yang dirilis di Amerika Serikat menjelang perayaan Hari Ibu Internasional 8 Mei lalu. Formula drama yang ditujukan untuk para wanita dengan memajang jejeran aktris ternama macam Julia Roberts dan Jennifer Aniston seakan bukan hal yang baru. Lalu, masih adakah keistimewaan film yang disutradarai oleh Garry Marshall (Pretty Woman) ini?

Kisah pertama berfokus pada kehidupan ibu tunggal Sandy (Jennifer Aniston) dengan kedua putranya. ‎Sempat baper mengira dirinya didekati kembali oleh sang mantan suami, Henry (Timothy Olyphant), ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Henry mengenalkan wanita barunya, Tina (Shay Mitchel) yang bertubuh sintal dan berusia jauh lebih muda dibandingkan Sandy. Sandy pun harus belajar (bersaing sekaligus) merelakan anak-anaknya bersama Tina.

Sandy berteman dengan Jesse (Kate Hudson)‎ yang memiliki isu dengan ibu mereka. Kakak Jesse, Gabi (Sarah Chalke) pun menyembunyikan hal penting di depan ibu mereka. Sampai akhirnya kejutan datang, mereka pun tidak dapat berpura-pura di depan sang orangtua kandung.

Lalu ada juga, selebritas Miranda (Julia Roberts) yang sering eksis di televisi namun ternyata memiliki masalah yang terpendam. Mewakili generasi muda, hadir Kristin (Britt Robertson)‎ yang meski sudah memiliki bayi bersama Zack (Jack Whitehall) namun belum ingin dinikahi. Lagi lagi, karena ada isu tentang sosok ibu.

Berkebalikan dengan Sandy, dihadirkan pula, sosok ayah tunggal yang berperan ganda sebagai ibu dua putrinya, Bradley (Jason Sudeikis) yang masih belum bisa move on setelah wafatnya sang istri (Jennifer Garner). Problematika keseluruhan tokoh (seperti biasa) dihadirkan bergantian hingga setiap karakter mencoba menjalani proses rekonsiliasinya masing-masing.

Jennifer Aniston masih tampil stereotipe nyaris persis seperti karakter ikoniknya sebagai Rachel Green di serial komedi legendaris Friends. Jika ada yg cukup bersinar,itu ialah Julia Roberts. Setiap aktris peraih Oscar ini tampil sangat terasa karismanya‎ dan mencoba memberikan akting terbaiknya walaupun porsi adegannya terbilang minimalis. Itu semua berkat hubungan dan kerjasama baik yang sudah sedemikian terjalin baik dengan sang sutradara sejak puluhan tahun lalu lewat Pretty Woman.

Cerita keseluruhan film ini relatif menyenangkan, meski masih belum memberikan nilai tambah yang signifikan. Ending-nya pun jauh dari kata mengesankan alias cenderung datar.

Beberapa lelucon terdengar dan terlihat minim greget, meski unsur drama dari subplot Miranda dan Zach dapat dieksekusi dengan lancar. Perhatikan ketika Miranda harus berhadapan dengan masa lalunya dan saat Zach harus naik panggung dengan menggendong putrinya. Sebagai komika, Jack Whitehall mampu mengimbangi performa aktris lain yang sudah lebih berpengalaman sebagai lawan mainnya.

Jika Anda menginginkan hiburan drama bernuansa komedi yang ringan‎, Mother’s Day mungkin tepat untuk mengobati penat setelah seharian bekerja keras. Namun selain alasan itu, sebaiknya waktu 118 menit sesuai durasi film ini lebih baik digunakan untuk keperluan yang produktif atau dapat memberi nilai tambah lainnya.

Text by Pikukuh
Photo seemothersday[dot]com

Tinggalkan Balasan