NoEscape“No Escape”: 1,5/5 STARS;

“Lelahnya Berlarian Dari Kaum Anarkis”

Dimaksudkan bergenre thriller-action, film ini mengambil premis utama keluarga ekspatriat Jack (Owen Wilson), Annie (Lake Bell) dan ke2 anaknya yang harus meninggalkan kampung halamannya di Amerika Serikat untuk terbang jauh-jauh ke Asia Tenggara (tidak disebutkan eksplisit negaranya, tapi Thailand adalah lokasi syutingnya). Sang ayah yang ahli membuat katup, terpaksa mengambil pekerjaan di negara berkembang tersebut karena telah dirumahkan perusahaan sebelumnya. Kepindahan keluarga Jack berlangsung 17 tahun sebelum terjadinya kudeta.

Saat sampai di negara tujuan, didapati banyak kejanggalan. Tidak adanya penjemputan dari perusahaan yang mempekerjakan Jack hingga televisi dan internet yang tidak aktif saat tiba di hotel tempat mereka menginap. Konon hotel tersebut sering ditinggali para ekspatriat Amerika. Pagi harinya, ketika Jack sedang berjalan-jalan di seputar hotel, terjadilah baku hantam antara kaum pemberontak dan pihak yang berwenang. Jack yang terjebak di tengah-tengah pertempuran harus segera kembali ke hotel untuk menyelamatkan keluarga tercintanya.

Mulai di sinilah, kekacauan yang sebenarnya dimulai. Tujuan kudeta adalah memprotes Amerika yang telah menguasai perusahaan air di negara dunia ketiga tersebut. Tak ayal, Jack yang dipekerjakan khusus oleh perusahaan air dimaksud menjadi target utama amuk massa. Rakyat pemberontak digambarkan seolah-olah zombie yang sigap membunuh, menyiksa dan bahkan memperkosa warga asing, terutama yang berasal dari Amerika.

Terlepas dari SARA, pembunuhan karakter ini membuat keseluruhan film ini dungu, tumpul, tertebak dan membosankan. Lebih dari dua per tiga film kita disuguhi adegan keluarga Jack berlarian dan menghindar dari massa yang tidak sabar menghabisi mereka dengan sadis. Tak luput juga dihadirkan juga tokoh jagoan penyelamat bernama Hammond (Pierce Brosnan). Hammond yang telah belasan kali datang ke negara tersebut bertingkah bak jagoan dan selalu datang di saat-saat kritis ketika keluarga Jack hampir merenggang nyawa. Jangan tanyakan kemunculannya yang serba kebetulan.

Ending film ini pun ditutup dengan sangat happy ending sekaligus menggelikan. Tokoh-tokoh yang semula dihadirkan seakan sengaja menjadi plot driven agar tujuan tokoh utama tercapai. Keberuntungan terus melingkupi keluarga Jack, bahkan nyawa mereka pun mungkin melebihi nyawa seekor kucing yang konon berjumlah 9.  Editing dan sinematografi juga dieksekusi dengan standar. Banyaknya slow motion di bagian-bagian pertempuran sudah terlalu sering digunakan.

Pembodohan kepada penonton terus berlanjut hampir di sepanjang film. Karakterisasi yang hanya satu dimensi, pengadeganan yang hiperbolik dan cenderung melelahkan membuat film kelas B ini adalah kesia-sian belaka, mengingat talenta aksi Brosnan dan sisi komedik Wilson yang telah terbukti di banyak film sebelumnya di film ini sama sekali terbuang percuma.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan