PIRATES OF THE CARRIBEAN: SALAZAR’S REVENGE 3.6/5 Stars
“Kesederhanaan Tak Mengagumkan”

Disney sepertinyanya masih belum rela untuk mengakhiri petualangan Kapten Bajak Laut nyentrik, Jack Sparrow (Johnny Depp). Seri terakhirnya, At World’s End masih perkasa mengumpulkan pundi-pundi uang hingga lebih dari USD 963,4 juta. Tapi itu kejayaan masa lalu. Padahal sebelumnya At World’s End dijagokan sebagai seri pamungkas. Hal yang sama terjadi pada seri kelimanya ini yang dipasarkan sebagai film terakhir Bajak Laut Karibia ini. Setelah 6 tahun berlalu, masihkah cukup menarik bagi penonton era milenial kekinian?

Film yang beredar dengan sub judul asli Dead Men Tell No Tales ini bermula dari Sparrow yang mebgalami kesialan beruntun. Para awak kapal pun meninggalkannya. Ia pun menyerahkan kompasnya begitu saja. Tak disangka, keputusannya itu membawa arwah Kapten asal Spanyol, Salazar (Javier Bardem) dan para anak buahnya kembali mengarungi laut bebas. Ia memburu Sparrow untuk membalas dendam masa lalunya.

Kutukan Salazar konon hanya bisa dipatahkan dengan Trisula Poseidon, yang menjadi incaran banyak pihak. Perjalanan Sparrow “ditemani” oleh Henry (Brenton Thwaites) dan Carina (Kaya Scodelario) yang juga mencari Trisula Sakti. Henry adalah anak Will (Orlando Bloom) dan Elizabeth Swan (Keira Knightley), sedangkan Carina dituduh rakyat sebagai penyihir dan tak tahu siapa ayah kandungnya. Kehadiran Captain Barbossa (Geoffrey Rush) menambah ramai perjalanan mereka.

Seri kelimanya ini menyederhanakan kerumitan yang tak perlu yang tersaji di beberapa film pendahulunya. Penonton mendapat hiburan komikal dan keseruan, sesuai ekspektasi awal ketika membeli tiket bioskop. Plot saling silang di film berdurasi 129 menit ini relatif mudah dicerna.

Kesederhanaan yang diusung film garapan duo sutradara Joachim Ronning dan Espen Sandberg ini bagaikan dua sisi koin. Tak hanya gampang dipahami dan berjalan secara berhubungan, namun konflik yang dipaparkan justru anti klimaks. Terasa receh, standar, jauh dari kata mengagumkan. Performa aktor pemenang Oscar, Bardem & Rush justru kian komikal dan dua dimensi.

Keseruan coba dihadirkan lewat visual efek berbudget dengan estimasi USD 230 juta ini, seperti melalui guyonan yang sesekali mengundang senyum. Namun keseruan saja tak cukup mampu mengangkat keseluruhan film yang berlokasi syuting di Australia ini. Formula yang dipakai memang nyaris setipe dengan para seri pendahulunya. Bedanya keseruan dan kesederhanaan yang dikawinkan masih belum memberi nilai tambah atau faktor pembeda penuh greget.

Salazar’s Revenge bukanlah sekuel yang gagal. Ia berhasil memperbaiki kekurangan pada seri-seri sebelumnya. Sayangnya faktor kejut yang diharapkan tak muncul hingga credit title muncul. Begitu juga ketika jati diri ayah Carina dimunculkan, tak terlalu menggugah hati penonton. Kalau seri terakhirnya ini masih dianggap sukses meraup penonton di seluruh dunia, bisa jadi janji Disney untuk mengakhiri petualangan Jack Sparrow akan kembali berbuah dusta.

Text by Pikukuh
Photo by digitalspy[dot]com

Tinggalkan Balasan