pont breakPOINT BREAK 3.3/5 STARS
“Visualisasi Indah Aksi Maut yang Belum Pecah”

Ketika film aslinya dirilis tahun 1991, Point Break menjadi sesuatu yang berbeda. Dibesut oleh Kathryn Bigelow (yang 2 dekade berikutnya mendapat Oscar lewat The Hurt Locker), Point Break menampilkan aktor muda bermasa depan cerah, Keanu Reeves, disandingkan dengan aktor yang sedang nge-hits saat itu lewat Ghost, Patrick Swayze. Plot menyusupkan agen ke dalam sekelompok kawanan penjahat menjadi cukup menarik saat itu, tatkala seri Fast and Furious yang memiliki premis serupa belum dirilis.

Ketika Hollywood mulai kehilangan ide segar, salah satu usaha mereka tetap dengan membuat ulang hits yang pernah ada. Kali ini Point Break 2015 menampilkan aktor-aktor yang belum terlalu dikenal, Luke Bracey (The November Man, The Best of Me), Edgar Ramirez‎ (Zero Dark Thirty, Deliver Us From Evil).

Kisahnya sendiri dibuat lebih berkembang. Jika‎ di Point Break 1991, kawanan perampok bank adalah sekumpulan peselancar, maka di Point Break 2015 mereka adalah gerombolan pelaku olahraga ekstrim yang berniat melakukan 8 Tantangan Ozaki dalam menaklukkan alam yang nyaris mustahil. Nyawa adalah taruhan mereka. Tidak itu saja, mereka pun berfilosofi ikut mengembalikan ke bumi, apa yang telah manusia ambil. Contohnya dengan menyebarkan dari udara uang tunai, bahkan berlian ke penduduk miskin di India dan Mexico.

Johnny Utah (Bracey), seorang FBI debutan sekaligus mantan pelaku olahraga ekstrim yang memiliki trauma kehilangan teman karena hobinya tersebut, ‎ditugaskan menginvestigasi kelompok kriminal yang berlaku aksi ekstrim dalam setiap kejahatannya. Singkat cerita, Johnny pun dapat mengambil hati sang pimpinan kriminal, Bodhi (Edgar Ramirez), walau anak buah Bodhi sempat tidak setuju. Sebagai pemanis, tentu saja dihadirkan satu-satunya wanita anggota kawanan Bodhi, Samsara (Teresa Palmer), yang mudah ditebak, menjadi love interest Johnny.

Banyak adegan kebetulan dan dialog klise yang sangat mudah ditebak. Walaupun begitu, karya Ericson Core‎ ini jelas unggul dari sisi efek visual dan sinematografi yang mendukung aksi-aksi berbahaya para pemain dan stuntman.‎ Beberapa adegan aksi mungkin mampu membuat penonton menahan nafas sejenak. Secara akting para pemain pun hanya sebatas dua dimensi atau rata-rata saja.

Sayangnya Point Break 2015 tidak menampilkan unsur kebaruan yang membuatnya ber‎sinar. Memang benar aksi-aksi stuntman divisualisasikan dengan indah. Namun ketika tidak didukung oleh alur yang greget, lalu dibalut dengan akting yang ala kadarnya, maka remake ini jauh dari kata pecah, dibandingkan pencapaian pendahulunya.


Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan