rogue-one-a-star-wars-storyROGUE ONE: A STAR WARS STORY 4.3/5 Stars

Ketika tahun lalu Star Wars Force Awakens sukses mengguncang dunia dan memecahkan banyak rekor pendapatan, maka tak butuh waktu lama untuk menyiapkan kisah menarik lain dari semesta perang bintang. Kisah yang belum diceritakan dari deretan seri sebelumnya: cerita spin-off yang mengambil setting waktu antara Episode III (Revenge of The Sith, 2005) & Episode IV (A New Hope, 1977).

Jagoan (perempuan) kita diwakili oleh Jyn Erso (Felicity Jones), putri dari Galen Erso (Mads Mikkelsen), ilmuwan andalan Kekaisaran dalam merancang senjata jitu penghancur planet (yang kemudian dinamai Death Star). Galen terpaksa mengikuti perintah otoriter di bawah komando Orson Krennic (Ben Mendelshon). Sementara Jyn kecil dititipkan di bawah perlindungan Saw Gerrera (Forest Whittaker).

Saw mewakili pimpinan pemberontak ekst‎rimis. Sedangkan aliansi pemberontak lainnya berusaha merekrut Jyn. Ditemani oleh Cassian Andor (Diego Luna) dan robot kekaisaran yang sudah diprogram ulang K-2SO (Alan Tudyk), Jyn diminta menghubungi kembali Saw, yang mendapat bocoran informasi dari pilot kekaisaran yang membelot, Bodhi Rook (Riz Ahmed). Tim mereka juga mendapat dukungan dari Chirrut Îmwe (Donnie Yen) dan Baze Malbus (Wen Jiang).

Perjalanan mereka tak mulus, mengingat Krennic yang siap menghadang di bawah arahan Lord Vader (James Earl Jones). Segala sesuatunya‎ dipertaruhkan, termasuk nyawa mereka hingga misi tercapai. Pada adegan akhirnya film ini pun menjadi sempurna.

Di bawah arahan Gareth Edwars, atmosfer keseruan sungguh terasa. Rogue One masih mengambil semangat yang sama, sekaligus mandiri: mampu berdiri sendiri, solid tanpa harus bergantung penuh pada seri manapun. Plot pun berjalan anti mainstream, mengingat nasib para jagoan kita dan absennya romansa antar karakter utama.

Karakter K-2SO dipastikan akan merebut hati para penonton dan mengisi posisi robot android yang setia menjadi sidekick tokoh utama. Sementara itu, keberadaan Donnie jelas dipasang secara tepat untuk memperluas segmen pasar ke wilayah Asia, di mana negara China kini sudah dipandang menjadi negara nomor 2 kontributor terbesar untuk dunia perfilman.

Film berbudget sekitar $US 200 juta ini‎ tak salah memajang nominator Oscar, Felicity Jones sebagai jagoan utama. Berupaya tangguh meski sebenarnya ada luka dan kehampaan. Hubungan ayah-anak Erso tergali dengan baik, meski kemunculan mereka minim di layar kaca.

Desain produksinya pun menggunakan berbagai ornamen, kostum, hingga armada yang mengingatkan penonton kepada episode IV. Memang dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. Efek visualnya pun memanjakan mata dan telinga, khususnya jika disaksikan dalam format 3D.

Meski belum mampu menandingi seri ketujuh yang dirilis tahun lalu, namun Rogue One menjadi hiburan akhir tahun yang layak dinanti.‎ Lancar bertutur dan tetap memberikan impression yang cukup pantas sebagai bagian dari keluarga besar Skywalker dan Han Solo.

Trivia: istilah Rogue One diambil dari:
  1. Nama sebutan Jyn Erso
  2. Lokasi tempat tertentu
  3. Nama lain Death Star
  4. Kode rahasia
  5. Nama armada pesawat

Text by Pikukuh
Photo by StarWars[dot]com

Tinggalkan Balasan