the shallows
THE SHALLOWS 3.7/5 Stars
“Sendirian, Berjuang Hidup, Melawan Hiu”

Sendirian dan berjuang hidup: Pernah menjadi tajuk utama dalam beberapa film tak terlupakan seperti 127 Hours dan Cast Away, bahkan yang terakhir Buried dan All is Lost. 2 judul pertama malah meraih nominasi Oscar bagi para aktor utamanya. Kekuatan akting dan karakter solid menjadi kunci sukses yang berhasil memikat penonton untuk berempati dan fokus hingga ujung film.

Jika sang suami, Ryan Reynolds pernah melakoni serupa di Buried , kini giliran si isteri, Blake Lively, memerankan wanita yang berupaya bertahan hidup sendirian di tengah laut lepas. Tidak murni sendirian, karena ia “ditemani” oleh seekor hiu ganas yang siap menerkamnya kapan saja.

Bermula dari ingin menjelajah pantai “perawan” yang tidak bernama di Meksiko. Nancy tipe wanita yang mandiri, so batalnya teman untuk berangkat tidak mengurungkan niatnya untuk berselancar sendirian. Ia pun mengandalkan aplikasi taksi online untuk pulang.

Diawali dengan waktu menyepi berkualitas (jauh dari hiruk pikuk dan urusan keluarga), keinginan Nancy mengarungi lautan di putaran terakhir membawa bencana. Ia diserang seekor hiu, terantuk karang yang mengakibatkan Nancy harus berlindung di atas jasad paus dan beralih ke batu karang dengan luas seadanya.

‎Kondisi luka yang diderita Nancy memperparah situasi agar ia mampu bertahan hidup. Dengan diberi latar belakang kuliah kedokteran membuat karakter Nancy mampu memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri. Dalam keadaan terdesak dan nyaris meregang nyawa, ketepatan waktu dan analisa terhadap kebiasaan hiu berperan penting. Berjam-jam kurangnya asupan gizi, dinginnya cuaca dan luka yang kian parah tidak membuat kondisi Nancy membaik untuk menyelamatkan diri.

Kehadiran beberapa tokoh pendukung ditampilkan sekilas dan tidak terlalu memberi kontribusi signifikan terhadap kelangsungan hidup Nancy. Hingga akhir film, konsisten ditampilkan perjuangan Nancy dan penonton dibuat harap-harap cemas akankah ia selamat dari serangan hiu yang bertubi-tubi.

Meski belum termasuk kelas Oscar, akting Blake Lively cukup “masuk” sesuai karakter dan mampu mengundang rasa was-was penonton. Beberapa adegan yang kurang logis tetap ada walau masih minor. Sepanjang durasi, dramaturgi digarap sutradara Jaume Collet-Serra dengan tren menanjak dan mencapai klimaksnya dengan tak terduga.

The Shallows‎ adalah contoh thriller yang dieksekusi dengan efektif dan efisien. Total tidak sampai melibatkan belasan aktor dan mampu berfokus pada pokok permasalahan yang tersaji. Memang belum pantas disematkan gelar Thriller Terbaik Tahun Ini, tapi kehadiran The Shallows memberi alternatif hiburan ringan yang solid di tengah sesaknya gempuran film-film berbiaya fantastis lainnya di musim panas kali ini.

Text by Pikukuh
Photo by horrornews[dot]net

Tinggalkan Balasan