sicario“Sicario” 4.3/5 STARS

“Misi yang Jauh Dari Nurani”

Pernahkah Anda menjalankan sesuatu yang tidak sesuai dari hati nurani? Karena berbagai alasan, Anda terpaksa mengikuti hal-hal yang sebenarnya (sedari awal) intuisi telah menunjukkan banyaknya ketidakberesan (ketidaknyamanan). Dilema inilah yang dihadapi Kate Macer (Emily Blunt) di separuh kedua film yang mencapai klimaksnya di akhir.

Dari adegan awal, secara efektif penonton sudah diajak agen FBI (Kate Macer) ikut menyerbu salah satu rumah mafia narkotika yang ternyata menyimpan efek kejut: puluhan mayat busuk yang disembunyikan di balik tembok! Berkat rekomendasi sang atasan Dave Jennings (Victor Garber), Macer terpilih bergabung dengan tim lintas gugus bersama Matt Graver, agen (yang diduga CIA) bergaya koboi, Matt Graver (Josh Brolin) dan Alejandro (Benicio Del Toro) yang misterius. Misi membawa mereka ke gembong narkotika yang lebih besar di Mexico.

Seluruh pengetahuan dan pengalaman Kate menjadi mentah. Bak dilepas diajak berpetualang di negeri yang tidak diketahuinya, sangat minim informasi yang didapat. Apa, bagaimana, mengapa yang ditanyakan Kate seolah menjadi representasi para penonton yang juga dibuat seolah buta. Minim petunjuk sedari awal. Perlahan kepingan puzzle ditebar. Pendekatan yang digunakan Matt dan Alejandro tidak wajar dan memancing kecurigaan Kate.

Ketika pada akhirnya terkuak, Kate pun tidak berbuat banyak. Bahkan sempat Kate (secara tidak sadar) dijadikan umpan. Blunt berhasil membawakan karakter yang tangguh sekaligus rapuh ketika merasa dilecehkan bahkan dimanfaatkan. Setelah memenangkan Oscar di film bertema serupa (‘Traffic’), Del Toro kembali menterjemahkan karakter Alejandro yang dingin dan menyimpan agenda tersendiri. Karakter Alejandro benar-benar bersinar di hampir 30 menit durasi akhir film.

Ketegangan berhasil dibangun dengan dramaturgi yang terjaga berkat kepiawaian Denis Villeneuve yang sebelumnya sukses membesut drama thriller penculikan ‘Prisoners’ yang juga rapi menyimpan misteri kejutan besar. Ilustrasi musik menjadi bagian yang tak terpisahkan,sekaligus unsur yang menguatkan mood film.

Plot melawan kartel narkoba sebenarnya bukan hal yang baru, namun berhasil disajikan. Resep suksesnya adalah pondasi premis yang lincah, karakter yang kuat dan berbagai elemen pendukung yang menopang ritme film.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan