SMURF: THE LOST VILLAGE 3.2/5 Stars
“Mencari Jawaban Eksistensi Diri”

Setelah dwilogi sebelumnya muncul dalam versi live action, kini film ketiga kawanan makhluk mungil berwarna biru ini hadir dalam format animasi penuh. Strategi yang jitu kalau dilihat dari biaya yang dihabiskan. Seri terakhir Smurf ini “hanya” menghabiskan anggaran USD 60 juta, jauh di bawah budget seri pertama (USD 110 juta) dan kedua (USD 105 juta). Strategi pemotongan biaya yang cerdas, terlebih melihat tren pendapatan total dwilogi yang kian menurun (USD 563,7 juta lalu turun menjadi USD 347,5 juta). Tak berlebihan jika animasi yang tak lagi digarap Raja Gosnell ini memasang target yang tidak berbeda jauh jika dibandingkan pendahulunya.

Plot utama masih berfokus pada Smurfette (Demi Lovato, sebelumnya suara diisi oleh Katy Perry). Merasa tak memiliki spesifikasi khas, Smurfette mengalami krisis identitas. Hal Ini mengganggunya hingga dia menjauhkan diri dari kawanan Smurf. Apalagi status Smurfette sebagai makhluk buatan Gargamel (Rainn Wilson) alias bukan penduduk asli Desa Smurf.

Kegalauan Smurfette membuatnya berpetualang bersama Clumsy (Jack McBrayer), Brainy (Danny Pudi) dan Hefty (Joe Manganiello) mencari “Desa yang Hilang”. Perjalanan mereka tak mulus, (lagi-lagi) akibat ulah Gargamel. Kenyataan yang ditemui di “Desa yang Hilang” menyadarkan keberadaan mereka selama ini.

Pengisi suara baru macam Demi Lovato, Meghan Trainor, Michelle Rodriguez, hingga Julia Roberts dihadirkan untuk lebih memberi warna. Usaha yang patut dicoba meskipun tak sepenuhnya berhasil. Yang menjadi bintang dari film karya Kelly Asbury ini tetap Smurfette dan ternyata, Clumsy! Tak heran sosok Smurf paling manusiawi ini menjadi favorit banyak orang.

Dengan plot yang mudah dipahami dan visualisasi yang menarik bagi kanak-kanak menjadi kekuatan tersendiri. Kelemahan terbesar seri ini tetap berkutat pada berbagai karakter dua dimensi plus adegan penuh karikatural. Hal yang perlu dikurangi untuk lebih menarik bagi penonton dewasa, sekaligus memberi roh bagi sebuah karya.

Perlu diakui, akhir film ini mampu memberikan kesan menyenangkan yang diharapkan publik. Kompromi yang aman untuk semua. Meski animasi ini masih berkutat di kisaran rata-rata secara keseluruhan, namun masih cukup menghibur bagi seluruh anggota keluarga.

Text by Pikukuh
Photo by comingsoon[dot]net

Tinggalkan Balasan