StarWarsSTAR WARS THE FORCE AWAKENS 4.9/5 STARS
“Hangatnya Sebuah Reuni, Sekaligus Awal Petualangan Baru”

Setelah film yang‎ seri pertamanya dirilis tahun 1977 (sebagian besar dari kita belum lahir), Star Wars bukan saja menjadi film, tapi juga berkembang sebagai ikon budaya, yang terbukti mampu bertahan di berbagai generasi. Setelah trilogi pertamanya (seri IV-V-VI) dan trilogi keduanya (seri I-II-III) dirilis, Lucasfilm (yang telah dibeli Disney) setuju mengagas trilogi ketiganya, dimulai dari seri VII: The Force Awakens.

Plot menjadi isu besar, dan bagaimana melanjutkan episode VI: meramu konflik sambil memperkenalkan karakter-karakter baru sekaligus mengangkat‎ kembali pamor para tokoh lama yang dirindukan penggemar. Bukan tugas mudah memang, suatu pertaruhan yang teramat besar, mengingat jumlah fan base dan ekspektasi yang sungguh luar biasa.

Setelah penulis sebelumnya mundur, kini menjadi tugas trio J.J. Abrams‎, Lawrence Kasdan dan Michael Amdt merangkai skenario sekaligus menuntun penonton mengarungi perang bintang ke era baru saat ini. Dengan biaya lebih dari USD 200 juta, jelas The Force Awakens menjadi film Star Wars termahal (sampai dengan saat ini). Penggunaan pertama kalinya kamera IMAX 3D dalam seri ini sungguh sangat signifikan untuk memanjakan mata dan telinga penonton.

Jika sisi teknis mengagumkan, maka tengoklah departemen lain yang juga tidak mengecewakan. Barisan pemain baru yang rata-rata belum dikenal publik mampu mengimbangi pemeran lama yang pada saat muncul di layar sontak mengundang para penonton berteriak secara spontan. Plot yang menyimpan misteri bahkan kejutan sederhana yang rapi dituturkan. Mudah dicerna anak-anak, namun tetap bernyawa bagi penonton dewasa.

Di tangan Disney, penonton kembali diingatkan bahwa Star Wars sebenarnya berpusat di keluarga. Jika Darth Vader adalah ayah J, lalu Luke dan Leia adalah bersaudara‎, maka nyawa konflik di seri terbarunya ini tetap mengacu ke hubungan sedarah, yang tak dapat dihapuskan.

Tanpa membocorkan konflik keluarga lainnya, pembukaan awal The Force Awakens menginformasikan bahwa kini Jenderal (bukan lagi Princess) Leia (Carrie Fisher) menugaskan seorang pilot kepercayaannya untuk mencari Jedi terakhir, Luke Skywalker (Mark Hamill) yang mengasingkan diri. Di saat yang bersamaan, ancaman tirani baru, First Order juga mengincar keberadaan Luke.

Penonton pun dibawa kepada tokoh jagoan baru kita, Rey (Daisy Ridley), seorang pembangkai dari Planet Jakku, yang bisa menyambung hidup dari keuletannya memungut bangkai barang berharga. Tokoh jagoan lainnya ialah Finn (John Boyega)‎, seorang Storm Trooper yang berkhianat karena tak kuasa melawan hati nuraninya. Finn yang semula hanya berniat kabur, justru terlibat dalam petualangan terbesar yang tak pernah dikiranya. Keduanya adalah underdog yang kemudian karena keadaan menjadi jagoan. Masih mengusung sosok from zero to hero.

Pertemuan mereka dengan Han Solo (Harrison Ford) dan Chewbacca (Peter Mayhew) di dalam pesawat legendaris Millenium Falcon ditampilkan ikonik. Ujaran Solo “Chewie, we’re home” menandakan kemunculan kembali tokoh lama yang seakan pulang kembali ke “rumah”.

Kejar-kejaran antara pasukan Storm Troopers dan para jagoan kita memuncak ketika Republik ditumbangkan First Order, sekaligus keberadaan Kaum Resistance di ambang kehancuran. Tokoh antagonis Kylo Ren (Adam Driver) dan Domnhall Gleeson‎ berada di bawah pengaruh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis) yang misterius dan menyimpan agenda tersendiri.

Terbukti, satu dekade setelah film live-action terakhir, Revenge of The Sith pencinta setia Star Wars tidak menyia-nyiakan nostalgia seri terbarunya ini. Pada hari pertamanya di USA, film ini telah memecahkan rekor pendapatan perdananya yang selama ini dipegang Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2. Sangat besar kemungkinan pemutaran 3 hari weekend pertamanya akan mengungguli rekor yang pertengahan tahun ini dicapai Jurassic World (USD 208 juta).

Kemunculan droid baru, BB8, yang menggemaskan akan menjadi idola bagi para penonton, di samping reuni C3PO dan R2D2 ‎yang memegang peranan penting dalam menemukan keberadaan Luke. Carrie Fisher dan Mark Hamill dikabarkan diet ketat dan berolahraga kembali untuk mempersiapkan penampilannya di film ini.

J.J. Abrams, sutradara beruntung yang mendapat kesempatan mengarahkan 3 film ikonik: Mission Impossible, Star Trek dan Star Wars mampu mengemban kepercayaan dengan baik. Ia adalah sutradara yang bijak, dewasa, mengetahui dengan cermat pakem Star Wars yang sakral, perlu dipertahankan kelestariannya, sekaligus dapat merombak alias berinovasi kekinian disesuaikan‎ dengan kebutuhan zaman.

Abrams tidak perlu bergenit-genit menyelipkan twist berlapis semacam formula yang sering diterapkannya saat menggarap serial Alias, Lost, bahkan Mission Impossible. Star Wars pun tidak dibuat semodel Star Trek seperti kekuatiran banyak fans. The Force Awakens tidak kehilangan identitasnya, sekaligus konflik yang dibangun pun masih masuk nalar serta memiliki urgensi tingkat tinggi.

Tren yang kembali berulang dalam dunia apapun berlaku juga di dunia film. Kerinduan fans lama Star Wars kembali digugah lewat seri terbarunya ini sekaligus mampu menjaring penonton generasi Y (bahkan Z). Tidak salah jika The Force Awakens‎ akan menjadi Film Terlaris Sepanjang 2015, sekaligus salah satu Film Terbaik (Ter-seru) Selama 2015.

Kematian memilukan salah satu tokoh utama menjelang akhir film dapat menjadi salah satu penggerak plot utama di seri VIII (2017) dan IX (2019). Belum lagi, hubungan darah lainnya yang masih malu-malu diungkap di seri ini.

Menonton film ini laksana bertemu sahabat dekat yang lama tidak bersua dan amat dirindukan. Banyak kisah telah terjadi, tidak sabar untuk segera disampaikan, sekaligus menjadi awal babak baru untuk memulai berbagai petualangan seru bersamanya. Sampai bertemu 2 tahun lagi, May The Force be with U!

PS: jangan keluar studio saat adegan berlangsung di dalam Millenium Falcon. Bisa jadi Anda kehilangan momen kemunculan Yayan Ruhiyan dan Iko Uwais‎ (dwilogi The Raid) yang bisa tampil 1 frame dengan Harrison Ford!


Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan