the big shotTHE BIG SHORT 4.2/5 STARS
“Ironi Oportunis ‎di Kancah Krisis Ekonomi Makro”

Film ini tayang di Indonesia bersamaan dengan pengumuman nominasi Oscar yang menyatakan The Big Short meraih 5 nominasi Oscar 2016 (Film, Sutradara, Aktor Pendukung, Skenario, dan Editing). Suatu pencapaian yang tidak bisa dibilang enteng, mengingat berbagai nominasi yang didapat adalah kategori penting alias kritis. Biasanya film yg meraih titel Film Terbaik juga menang di kategori Skenario atau Editing.

Setelah menonton filmnya,‎ jelas 5 kategori yang telah disebut sebelumnya memang unggul, di atas rata-rata. Tema puncak kemerosotan perekonomian Amerika pada tahun 2007-2008 karena keserakahan banyak pihak yang dipicu obligasi subprime mortgage, disajikan dengan upaya sesederhana mungkin. Skenario yang deskriptif dan editing yang tangkas (pergerakan kamera yang taktis) juga membantu pemahaman penonton atas konflik moneter yang sedemikian ruwet nan parah.

Bukan tugas yang mudah memang menjadikan tema tersebut ke medium layar lebar berdurasi 2 jam lebih, apalagi diangkat dari buku karangan Michael Lewis. Narasi Jared Vennett (Ryan Gosling) dan penjelasan singkat dari cameo Margot Robbie di dalam bathup, bahkan Selena Gomez di meja judi cukup membantu penonton awam. Walaupun begitu, penonton tetap dapat tersesat di tengah cerita, jika tidak benar-benar menyimak dengan cermat.

Ada beberapa tokoh kunci di The Big Short yang dipaparkan secara paralel.‎ Doktor Michael Burry (Christian Bale), seorang fund manager jenius yang introvert, menyadari gejala awal indikasi pecahnya gelembung kredit perumahan subprima. Keputusan kontroversial pria yang sedari kecilnya sudah memakai bola mata palsu ini, bertransaksi jual kosong (big short) melawan subprime mortgage yang kian menjadi primadona menjadi pertanyaan para pihak, terutama sang atasan dan para bankir.

Tokoh penting kedua adalah Mark Baum‎ (Steve Carell), seorang manajer lindung-nilai yang bersama timnya bekerjasama dengan Jared Vennett, dari Deutsche Bank yang berprofil metroseksual. Mereka melihat celah dalam potensi rapuhnya perekonomian Amerika yang dilandasi oleh fraud dan obligasi bodong kredit perumahan yang kian menggelembung. Mark dikisahkan sedang menghindar dari rasa duka atas kematian saudaranya dan sedari remaja sudah bersikap kritis atas segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya (baca: ahli mencari kesalahan). Bakat inilah yang membuatnya penasaran dan menelusuri apa yang sesungguhnya terjadi di carut marutnya perekonomian Amerika yang dari luar terlihat baik-baik saja.

Tokoh lainnya ialah Charlie Geller (John Magaro) dan Jamie Shipley (Finn‎ Wittrock), pemain baru yang mulai mencoba nasibnya di dunia investasi dengan bantuan veteran di bidang tersebut, yang juga hobi berkebun, Ben Rickert (Brad Pitt). Kesemua tokoh berusaha mengambil peruntungan dari gejala bobroknya subprime mortgage, dari semula yang tidak dianggap orang hingga akhirnya terbukti di depan mata. Mereka bukanlah antagonis, hanya segelintir orang (cerdas) yang oportunis dan cermat mengambil sikap. Karakter mereka yang abu-abu (bahkan cukup berwarna) konsisten ditunjukkan sepanjang film.

Sang sutradara, Adam McKay, menampilkan karya yang jauh berbeda dari resume portofolionya, yang lebih banyak menggarap komedi ringan dengan bintang Will Ferrell‎. Lompatan karir yang sedemikian hebat diganjar dengan kejutan nominasi Oscar pertamanya, menggeser slot yang mungkin seharusnya diisi Ridley Scott (The Martian).

Kemampuan akting para bintangnya juga saling bersinergi walau mereka sering tidak tampil dalam layar yang sama. Kredit khusus patut diberikan kepada Bale dan Carell yang mampu menarik perhatian terhadap karakter unik mereka, sekaligus mengundang empati penonton‎.

The Big Short yang tanpa adegan aksi menegangkan ini cenderung ‎membosankan untuk banyak kalangan mainstream. Kehadirannya di layar bioskop Indonesia cenderung akan turun layar tidak lama lagi. Namun sebagai sebuah pencapaian sinematik, McKay telah berhasil memvisualisasikan tema yang sungguh berat, ruwet sekaligus menyajikan kenyataan yang memilukan dengan gaya yang santai namun tetap gesit dan berisi.


Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan