TheIntern“The Intern”: 3.7/5 STARS

“Tertolong Berkat Hangatnya Interaksi Duet Hathaway & De Niro”

Anne Hathaway dikenal berkat peran-peran utama komediknya yang (kebetulan) bersanding dengan aktris senior lainnya yang sesama peraih Oscar: Julie Andrews (dwilogi “The Princess Diaries”) dan Merryl Streep (“The Devil Wears Prada”). Sama-sama mencuplik tema fashion dengan film yang disebut terakhir, “The Intern” kembali mempertemukan Hathaway dengan aktor senior kelas Oscar namun kali ini berbeda lintas gender: Robert De Niro!

Pada menit pertama film, penonton langsung diperkenalkan kepada sosok Ben (De Niro), duda pensiunan yang terakhir menjabat sebagai wakil direktur perusahaan pabrik pembuat buku telepon. Untuk mengisi waktu senggangnya, seluruh kegiatan telah dilakukan mulai dari berkeliling dunia, yoga, berkebun, hingga belajar bahasa Mandarin. Nyatanya, hidupnya masih terasa kosong. Usia 70 tahun justru kian menambah semangatnya untuk lebih produktif lagi.

Gelora Ben bersambut ketika perusahaan fashion yang dipimpin Jules (Hathaway) mencari pekerja magang senior. Singkat cerita, Ben yang masih berhasrat tinggi dan (sangat) memenuhi kualifikasi pun diterima. Penempatan pun segera diterimanya: bekerja mendampingi Jules!

Jules yang super sibuk nan tangguh menjadi tantangan bagi Ben. Kesabaran dan kedewasaan Ben meluluhkan hati Jules yang sebenarnya juga kewalahan menghadapi segala sesuatunya. Kemunculan suami Jules, Matt (Anders Holm) dan putri tunggal mereka, Paige (JoJo Kushner) serta konflik mereka menambah dramatika sisi lain kehidupan Jules sebagai penyeimbang yang sepadan. Perlu dicatat, ini sama sekali bukanlah film romansa (stereotipe) antara kedua tokoh utamanya: Ben-Jules.

Durasi yang terbilang panjang, 121 menit tidak sampai melelahkan berkat chemistry apik Hathaway-DeNiro. Proses perkenalan, penerimaan, kedekatan ataupun setiap interaksi cair Ben-Jules menjelma menjadi tontonan yang menghangatkan hati. Hathaway dan DeNiro adalah jiwa film ini. Tanpa mereka berdua yang memainkan peran Ben-Jules, hasilnya pasti akan terasa berbeda. Mereka (sangat) berhasil membangun chemistry yang cair dengan akting yang natural, nyaris terlihat tanpa usaha, effortlessly! Terlihat mereka berakting dengan tulus dan jujur, dari hati. Awalnya peran tersebut justru akan diberikan kepada Reese Witherspoon atau Tina Fey dan Jack Nicholson.

Penterjemahan karakter Ben-Jules yang mulus juga ditopang oleh skenario dari Nancy Meyers (juga menjabat multi tasking sebagai produser dan sutradara sekaligus!). Meyers sebelumnya dikenal lebih banyak saat mengarahkan film bergenre drama komedi seperti “The Parent Trap”, “The Holiday”, “It’s Complicated” dan “Something’s Gotta Give”.

Walaupun beberapa bagian cukup berlebihan (adegan mendobrak rumah ibu Jules untuk menghapus email salah alamat) dan ending yang terlalu cepat dikonklusikan, namun penonton sungguh dibuat terlena dengan performa kedua bintang utamanya. Bahkan ketika credit title muncul mendadak tanpa permisi, penonton masih tak percaya bahwa film berakhir dan harus rela meninggalkan Ben-Jules tanpa ucapan perpisahan yang pantas.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan