the-jungle-book-2016-poster-header-165110

THE JUNGLE BOOK 3.6/5 STARS
“Keseruan Visual Bocah Hutan Mencari Jati Diri”

 Petualangan karya novelis Rudyard Kipling tentang bocah bernama Mowgli (Neel Sethi) yang tinggal di pedalaman hutan dan diasuh oleh kawanan serigala, panther bernama Ba‎gheera (Ben Kingsley) dan beruang pemalas bernama Baloo (Bill Murray) pernah dirilis tahun 1967 dalam bentuk animasi. Kini, dari studio yang sama, Walt Disney tergiur mengangkatnya kembali menjadi versi live action.

Mowgli pun sebenarnya merasa resah terhadap lingkungan komunitas hutan yang selama ini melindunginya. Diperparah dengan munculnya Shere Khan (Idris Elba) yang antipati dengan kehadiran (anak) manusia. Argumen yang diberikan Khan pun juga menarik, mengingat kehancuran ekosistem (hutan) awalnya juga bermula dari makhluk yang bernama manusia. Jika kondisinya seperti itu, siapakah yang lebih beradab dan bertoleransi menjaga lingkungan? Hewan atau manusia?

Neel Sethi sibuk berakting virtual, karena mayoritas lawan mainnya adalah hewan dalam rupa CGI.‎ Efek visual patut menjadi nilai lebih yang menambah keseruan. Akting Neel Sethi sendiri juga sangat menjiwai, terutama dalam debut yang cukup meyakinkan di Hollywood ini.

Tokoh hewan antagonis dipercayakan kepada seekor harimau, Shere Khan (‎Idris Elba) dan sang Ular, Kaa (Scarlet Johansson), juga King Louie (Christopher Walken). Sayangnya pembagian peran Kaa masih jauh dari optimal, sementara Shere Khan tetap memberi ketidaknyamanan bagi penonton berkat talenta Idris Elba yang luar biasa.

Bagi para penonton cilik yang masih awam tentang kisah bocah hutan selain Tarzan ini, akan dapat dengan mudah‎ mencerna sepak terjang Mowgli yang menarik. Namun actually kisah Mowgli dan dunia hewannya yang seru, masih belum mampu menggugah penonton dewasa, dalam hal absennya membawa pulang nilai baru selain tampilan visual yang memang terlihat halus dan apik.

Text by Pikukuh
Photo comicbook[dot]com

Tinggalkan Balasan