Martian“The Martian” 4.6/5 STARS:

“(Pengalaman Sinematik) Bertahan Hidup di Mars”

Setelah 2 tahun lalu penonton dibawa mengawang di angkasa bersama Sandra Bullock (‘Gravity’), dan dilanjutkan tahun berikutnya ikut petualangan Matthew McConaughey menjelajah empat dimensi (‘Interstellar’), kini tahun ini kita diajak merasakan bagaimana sulit (dan tangguhnya) bertahan hidup di Planet Merah, Mars bersama Mark Watney (Matt Damon). Tidak seperti Ryan Reynolds (‘Buried’) dan Tom Hardy (‘Locke’) yang tampil solo di sepanjang film, Damon masih “ditemani” oleh awak dan petinggi NASA lainnya: Komandan Lewis (Jessica Chastain), Martinez (Michael Pena), Beth Johanssen (Kate Mara), Direktur NASA, Teddy (Jeff Daniels), Vincent Kapoor (Chiwetel Ejiofor), Annie Montrose (Kristen Wiig),  Mitch Henderson (Sean Bean).

Adegan dibuka langsung tanpa basa basi dengan riset yang dilakukan Lewis beserta 5 awaknya di permukaan Mars. Badai yang datang lebih cepat dari dugaan menyulitkan jarak pandang mereka untuk kembali ke pesawat. Naas, Mark tertimpa puing alat komunikasi yang menyebabkannya terlempar jauh dan sinyalnya pun menghilang. Setelah cukup menunggu dan di saat genting, Lewis harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan awak lainnya, segera meluncur dan (terpaksa) meninggalkan Mark yang kemungkinan besar tewas. Kabar duka pun telah dirilis oleh Teddy di bumi. Di luar dugaan, Mark masih bernafas!

Adegan bertahan hidup Mark yang adalah seorang botanis, menjadi menu utama di sepanjang durasi 141 menit film ini. Dari mulai mengeluarkan kepingan logam di tubuhnya, mengatur alokasi persediaan makanan, memproduksi air, hingga berhasil bercocok tanam! Perlahan tapi pasti, satu per satu permasalahan dicoba diatasi Mark. Kontak dengan NASA pun akhirnya didapat. Misi penyelamatan segera diatur, namun sungguh jauh dari kata mudah. Bala bantuan dari China pun diperlukan (sekaligus sebagai sarana promosi yang ampuh untuk peredaran film ini di dataran Tiongkok)

Ridley Scott, sutradara yang terakhir ini tampil minim greget (‘Body of Lies’, ‘The Counselor’, ‘Exodus Gods and Kings’), berhasil kembali membawa atmosfer film yang aslinya syuting di Padang Gurun Yordania yang benar berwarna merah. Setelah ‘Alien’, ‘Gladiator’ dan ‘Prometheus’, lewat film ini Scott membuktikan bahwa kepiawaiannya sebagai sineas kelas atas.

Setelah berperan serupa (sebagai astronot yang bertahan hidup sendiri di suatu planet) di ‘Interstellar’, Damon awalnya memiliki ketakutan mengulangi karakter yang tidak berbeda jauh di film ini. Namun Scott berhasil meyakinkannya. Terbukti, Damon adalah pilihan yang tepat.  Penonton harus merasa terkoneksi dan berempati dengan Mark Watney, karena sepanjang film, perjuangan hidupnya menjadi suguhan utama. Selera humor (cerdas, terutama ketika mencela selera musik disko lawas Komandan Lewis) dan karakter Mark Watney yang manusiawi terasa intim bagi penonton. Kita pun diajak harap-harap cemas akankah Watney berhasil pulang dengan selamat ke bumi.

Agar mendapat gambaran lebih nyata, naskah yang semula diangkat dari novel karangan Andy Weir mengalami perombakan seperlunya setelah berkonsultasi dengan pihak NASA. Para pemain pun mendapat sesi pelatihan dan wawancara khusus dengan astronot sesungguhnya, sehingga tampak jelas di layar persistensi dan ikatan di dalam suatu tim. Suatu karya yang cukup profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara visual, film ini memang bukan menggunakan pendekatan seperti ‘Gravity’ yang membuat penonton terasa kehilangan daya saat terlepas di ruang angkasa. Tampilan 3D-nya pun tampak halus, di atas rata-rata. Menonton kepingan logam beterbangan dan badai pasir yang menganggu jarak pandang mata menjadi sajian yang menarik. Hampir dipastikan efek visual ‘The Martian’ minimal menjadi salah satu nominasi Oscar tahun depan, bahkan mungkin dapat mencuri nominasi di kategori lainnya.

Film ini sungguh mengajarkan kepada kita bagaimana agar tidak pantang menyerah, terutama dalam saat-saat kritis di dalam hidup. Selesaikan masalah di depan mata satu per satu. Masalah yang berhasil diurai membuka peluang bertahan hidup di fase berikutnya. Keuletan dan kesabaran jelas menjadi kunci suksesnya. Hasil akhir pun dimulai dari tindakan nyata saat ini. Pembelajaran yang berharga dan berkesan.

PS: Chastain dan Damon bermain kedua kalinya di film ini setelah sebelumnya bermain bersama di ‘Interstellar’, walaupun mereka tidak tampil satu frame. Bahkan saat di ‘Interstellar’, Chastain tidak berkesempatan ikut menjelajah di antariksa dan baru mengangkasa di film ini, yang memberinya karakter tegas, logis namun tetap memiliki hati.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan