21 April yang lalu, aksi The SIGIT di malam Water Amplifier menjadi obat rindu bagi Insurgent Army (sebutan fans The SIGIT, red) di Malang dan sekitarnya. Band yang terakhir kali tampil di Malang pada tahun 2007 ini menjadi bintang utama di puncak peringatan Water Day yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pengairan Universitas Brawijaya.

Sekitar pukul 10, venue Dome UMM mendadak riuh ketika The SIGIT langsung memainkan Horse sebagai lagu pembuka. Malam itu, kuartet Rekti, Adit, Farri, dan Acil lebih banyak berkomunikasi melalui alunan musik, dan seolah meminimalisasi chit-chat dengan penonton. Seperti biasanya, The SIGIT kembali memainkan musik medley di lagu All The Time dan Midnight Mosque Song. Black Amplifier pun menjadi aksi penutup The SIGIT di malam Water Amplifier.

Satu kata yang disampaikan oleh Nadia (25), Insurgent Army dari Surabaya, untuk penampilan The SIGIT malam itu adalah KURANG!! Dalam artian Insurgent Army di Malang dan sekitarnya masih merindukan penampilan The SIGIT (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent).

 

Photo Nirbito Ninar

Script by Octian Anugeraha