transporterRefueledTHE TRANSPORTER REFUELED 3.1/5 STARS
“Ketika Regenerasi Jason Statham Dirasa Perlu”

Apalah jadinya peran ikonik Frank Martin, alias ‘The Transporter’, yang mengangkat pamor Jason Statham ke ranah perfilman dunia digantikan di seri terbarunya ini? Versi reboot-nya, “The Transporter Refueled “ (TTR), menugaskan Ed Skrein sebagai regenerasi kekinian dari Statham. Skrein, yang juga berfisik bak model namun memiliki passion di musik dan sinema, nyaris tidak pernah berperan dalam film besar yang membuat publik ngeh kepadanya. Sungguh suatu tugas yang tidak mudah mengingat peran Frank Martin sudah sangat identik dengan profil Statham. Di sisi lain, unsur ketidaktahuan penonton terhadap Skrein menjadi angin segar yang membuat penonton tidak bisa tidak akan membandingkan dengan pendahulunya.

TTR juga memperkenalkan sosok ayah, Frank Senior (Ray Stevenson) yang mengambil porsi cerita cukup banyak namun dalam kadar tidak berlebihan. Dikisahkan Frank Martin diberi tugas seorang wanita misterius, Anna (Loan Chabanol) untuk mengantarkannya dan para antek-anteknya berpenampilan serupa, dibalut wig pirang sebahu. Jika Frank menolak, maka nyawa sang ayah yang telah disandera menjadi taruhannya. Frank pun terpaksa menuruti instruksi Anna, termasuk tugas-tugas berikutnya.

Signature yang sudah-sudah muncul di trilogi sebelumnya tetap muncul di TTR . Plot ringan, tampilan para aktor/aktris utama yang rupawan serta yang telah menjadi formula baku seri ini, bahwa akan banyak adegan perkelahian, kejar-mengejar, bahkan adegan action yang tidak masuk akal alias menggelikan. Adegan hiperbolik dipertontonkan di landasan pacu pesawat saat mobil mewah Frank yang membawa para gadis dan sang ayah berusaha melarikan diri dari kejaran polisi. Kemudian mereka meloncat ke dalam belalai yang menghubungkan pesawat dengan gate di bandara! Dengan leluasanya, Frank menerobos lorong, ruang tunggu hingga keluar dari bandara dengan membuat kericuhan.

Adapun terdapat adegan-adegan kebodohan lainnya. Misalkan akses internet banking dan transfer yang dapat dilakukan walaupun telah terjadi 2 login dengan user yang sama di saat berbarengan. Saldo pengirim pun diceritakan dapat dibuat nihil. Lalu banyak hal kebetulan yang tidak perlu dipertanyakan penonton lebih lanjut.

Walaupun begitu, terlihat adanya usaha pengembangan di sisi plot TTR yang lebih berkembang bila dibandingkan trilogi sebelumnya. Kemunculan Anna yang masih bermotif balas dendam terhadap kawanan mafia Rusia dikemas berlapis, dengan tujuan meng-adu-domba mereka. Luc Besson yang kini menjadi salah satu tim penulis dan Camille Delamarre sebagai sutradara,  berusaha mendeskripsikan tokoh Frank Martin tidak sekedar 2 dimensi, sebagai tukang kebut dan bak-bik-buk saja. Adanya tokoh sang ayah menjadi pemberi pondasi karakter utama, walaupun belum optimal digarap.

Statham yang sudah mulai berumur dirasa produser, sudah waktunya dilakukan peremajaan pada tokoh Frank Martin. Unsur kekinian berusaha didapat dari Skrein yang masih berusia 32 tahun. Bila versi reboot ini sukses secara komersial, maka 2 seri lanjutannya segera siap dieksekusi. Mengingat grand design-nya adalah membuat trilogi baru ‘The Transporter’. Reboot yang layak dicoba, namun rasanya masih sulit dan butuh proses bagi para mayoritas penonton mengenyahkan sosok Frank Martin dari Statham.

Text by @pikukuh22
Photo by imdb[dot]com

Tinggalkan Balasan