Kini, bagi kebanyakan anak muda, bekerja di kantor bukanlah tujuan utama. Begitu juga dengan saya dan kebanyakan generasi milenial lainnya, yang menjadikan freelancer sebagai solusi teratas untuk menjemput rezeki.

Sebagai gambaran umum, seorang freelancer bisa memeroleh pendapatan yang sangat besar hanya dari satu karya saja. Contoh nyata, nominal rupiah yang diperoleh seorang freelancer dari 1 project bisa setara dengan gaji yang diterima oleh pekerja kantoran selama sebulan.

Tapi tentu saja semua ada plus-minus-nya. Tawaran pekerjaan tidak selalu rutin menghampiri freelancer. So, pekerja lepas harus pandai-pandai mengelola keuangan dalam kesehariannya.

Sebenarnya, keahlian mengelola keuangan tidak hanya harus dimiliki oleh freelancer, tapi juga oleh semua orang, bahkan pekerja kantoran dengan pemasukan yang rutin pun harus tahu dan mampu mengaplikasikan ilmu menata isi dompet ini.

Bahkan tidak sedikit orang yang memiliki uang berlebih merasa kesulitan dalam membagi uangnya dan bingung dalam mengelola uangnya, sehingga pada akhirnya muncul perasaan takut kalau uangnya akan habis dengan sia-sia.

Berikut beberapa cara mengelola keuangan untuk seorang freelancer (sebagian besar terinspirasi dari buku-buku karya Safir Senduk, perencana keuangan favorit saya):

  1. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Tidak hanya angka rupiahnya saja, tapi kamu perlu mencatat secara rinci jenis dan tanggal pekerjaan. Pun struk belanja perlu disimpan sampai akhir bulan, untuk mengetahui rekam jejak perubahan saldo.

  1. Jaga Pengeluaran

Pengeluaran jangan sampai melebihi anggaran yang disediakan. Berhemat adalah kunci bagi seorang freelancer. Bahkan jika pengeluaran dapat diganti dengan sesuatu yang lebih murah, maka lakukanlah. Misalnya memilih restoran makanan cepat saji sebagai tempat untuk bertemu klien, sehingga kamu dapat berbicara lebih lama tanpa harus mengeluarkan uang berlebih.

  1. Hindari Gaya Hidup Konsumtif

Harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Memiliki kendaraan agar lebih efektif dalam transportasi adalah kebutuhan, tapi memiliki kendaraan mewah adalah keinginan. Hal yang sama juga berlaku untuk telepon genggam. Memang tidak salah ketika manusia hidup dengan harta konsumtif. Yang salah adalah ketika seseorang memiliki harta konsumtif, tapi tidak memiliki tabungan.

Gaya hidup konsumtif perlu diimbangi dengan kepemilikan harta produktif. Misalnya punya hobi fotografi, tentu saja kamu akan menghabiskan uang untuk membeli lensa terbaik. Hobi ini bisa menjadi produktif kalau kamu bisa menjual jasa fotografi.

  1. Dana Darurat

Satu kelemahan freelancer adalah tidak dapat memastikan kapan akan mendapatkan pekerjaan. Jadi untuk memudahkan dalam mengatur keuangan, kamu harus menyisihkan pemasukan di rekening khusus yang berbeda dengan tabungan. Idealnya kamu bisa menyisihkan 10% dari pemasukan bulanan.

  1. Investasi

Selain uang, ada dua hal lain yang perlu kamu investasikan: alat dan keterampilan yang dapat mendukung pekerjaan. Misal youtuber, maka perlu berinvestasi dengan membeli kamera (alat) dan menambah ilmu melalui kursus fotografi (keterampilan).

Investasi uang sudah pasti harus diaplikasikan oleh setiap orang. Memang sih, dengan berinvestasi kamu tidak akan kaya mendadak seperti cerita di sinetron favorit emak-emak indonesia. Tapi dengan berinvestasi, minimal kamu bisa berlibur setiap tahun.

Kuncinya tunggal: kamu harus tahu investasi apa yang akan dipilih, bahkan dalam keterbatasan dana sekalipun.

Bisnis dan Emas adalah dua contoh investasi sederhana.

Pilih bisnis yang sesuai atau atau minimal mendekati bidang pekerjaan kamu. Saya masih ingat dengan jawaban dari Safir Senduk ketika ada pertanyaan “Apa bisnis yang modalnya kecil, tapi bisa dijual mahal?”, dan jawabnya “Bisnis Konsultasi”. Saya bersama beberapa partner (yang dalam keseharian bekerja sebagai public speaker) telah membuktikannya: mendirikan lembaga konsultan public speaking. Ternyata benar, modalnya kecil dan hasilnya lebih dari cukup.

Emas, investasi jangka panjang yang lebih mudah dilakukan oleh semua orang. Karena, harga emas relatif stabil. Kamu bisa beli dalam bentuk batangan, kemudian dapat dijual kembali saat harga emas naik. Tapi kamu harus teliti, sabar, dan cermat dalam berinvestasi emas.

  1. Hindari membawa banyak uang tunai

Simpan dana di dalam rekening dan menghindari kartu kredit sangat membantu dalam mengelola keuangan. Selain memudahkan dalam melihat rekam jejak pengeluaran, dua hal itu dapat mengerem keinginan kita untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Mengaplikasikan semua cara di atas dalam keseharian akan menjadi jauh lebih mudah ketika kamu menggunakan aplikasi perbankan yang revolusioner bernama Jenius. Layanan online yang dilengkapi dengan kartu debit VISA untuk membantu kamu melakukan aktivitas finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan dengan lebih aman, cerdas, dan sederhana. Semua cukup di lakukan dari smartphone.

Ini sebagian layanan dari JENIUS yang layak kamu lakukan:

  1. Send It

Cara mudah mengirim uang dan bayar tagihan, sehingga kamu tidak perlu keluar rumah untuk mencari ATM.

  1. Pay Me

Cara mudah menagih uang, sehingga kamu tidak perlu menemui orang untuk menagih uang.

  1. Split Bill

Cara adil membagi bill, karena bisa membagi bill secara rata rata, sehingga membayar secara patungan pun lebih nyaman.

  1. Jenius Pay

Cara praktis bertransaksi online, bahkan kamu tidak perlu menggunakan kartu debit atau kredit untuk pembayaran.

  1. Flexi Saver

Tidak hanya layanan transaksi, kamu juga bisa menabung di JENIUS dengan bunga setara deposito, dan hebatnya bisa disetor dan ditarik sesukamu. Seluruh pengoperasian, seperti buka, setor, dan tarik tabungan bisa dilakukan dari aplikasi, tanpa perlu ke bank.

  1. Maxi Saver

Ingin membuka deposito berjangka yang berbunga maksimal juga bisa melalui JENIUS. Tidak hanya pembukaannya, tapi pengelolaan dan pencairannya pun dapat dilakukan dari smartphone.

 

Wah! Ternyata banyak sekali yang sudah saya bagikan! Tapi, semua cara dan solusi mengelola keuangan itu tidak akan berjalan maksimal jika kamu tidak mampu melakukan hal nomor satu: berani bertindak. Mengutip yang terakhir kali dari Safir Senduk: “Yang terpenting dari investasi ialah pengetahuan dan action.

 

Text by Octian Anugeraha

Tinggalkan Balasan